"Millennial" adalah Soal Daya Tahan
04 Februari 2019
aisyah
0
Fifin: "Kita semua adalah millennials. Kita yang harus memiliki resilience (daya tahan), agile (tangkas), dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang.
Dok. PERHUMAS Muda

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Menurut Sufintri Rahayu, Direktur PR Traveloka, saat berbicara tentang “Ekspektasi CEO Millennials terhadap Humas 4.0” di acara Konvensi Nasional Humas yang diselenggarakan Perhumas di Jakarta, Selasa (11/12/2018), millennials bukanlah sekelompok orang yang harus diperlakukan secara berbeda. “Kita semua adalah millennials. Kita yang harus memiliki resilience (daya tahan), agile (tangkas), dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang,” ujarnya.

Peran dan fungsi mereka sebagai PR pun sama dengan generasi di atasnya. Tidak hanya mengelola relasi dengan media, tapi lebih strategis. Yakni, mengolah pesan menjadi harmoni yang dapat mendukung bisnis, mengedukasi, dan menginspirasi banyak orang. Khusus di Traveloka, mengedukasi dan menginspirasi banyak orang mengenai pentingnya melakukan perjalanan dengan memanfaatkan teknologi.

Sementara bagi PT Bio Farma (Persero), millennials berperan sebagai internal influencer. Mereka yang dikenal dengan sebutan Biodigitroops itu diyakini mampu memberikan daya pikat luar biasa bagi sesamanya dan kontribusi besar bagi perusahaan. Terutama, dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan gerakan di kalangan masyarakat. Contoh, saat terjadi wabah difteri karena rendahnya cakupan imunisasi, vaksin halal, palsu, dan banyak lagi.

“Ada banyak hal yang harus kami edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait vaksin, seperti masalah kehalalan dan vaksin palsu,” kata Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma. Upaya ini akan lebih efektif jika mereka menggandeng millennials. “Mereka adalah bagian dari upaya perusahaan untuk membangun global trust, global opportunities, global trade, dan global awareness,” imbuhnya. (ais)

BACA JUGA
tentang penulis
image profile
aisyah
.
komentar (0)

LATEST POST