Perjalanan ini menjadi pelengkap rangkaian AHI 2026, tidak hanya menjadi ruang belajar dan ruang apresiasi insan humas tetapi berkesempatan dalam memperkaya pengalaman melalui pengenalan budaya lokal.
SURAKARTA, PRINDONESIA.CO – Rangkaian acara puncak Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 telah sukses digelar di Kota Surakarta selama dua hari sejak Rabu (7/10/2026) hingga Kamis (8/10/2026). Rangkaian acara diawali sesi konferensi, dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan berbagai narasumber dari beragam industri untuk berbagi praktik dan wawasan kepada peserta dalam bidang komunikasi, sebelum ditutup dengan malam penganugerahan.
Di sela kegiatan padat pengetahuan praktis tersebut, para peserta AHI 2026 turut diajak menambah pengetahuan tentang kekayaan budaya Jawa di Kota Surakarta. Pada hari kedua, Kamis (8/10/2026), seusai mengikuti sesi workshop dan sebelum menuju puncak penghargaan pada malam harinya, HUMAS INDONESIA lewat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta membawa peserta berkeliling Kota Surakarta (city tour) untuk menelusuri warisan budaya Jawa sekaligus melihat lebih dekat identitas kota yang dikenal dengan tradisi dan nilai sejarahnya.
Destinasi pertama adalah Museum Radya Pustaka yang menyimpan lebih dari 12.000 koleksi benda bersejarah, naskah kuno, dan artefak budaya jawa. Salah satu hal yang menarik perhatian di lokasi ini adalah sesi mengenal horoskop dalam primbon Jawa yang memantik rasa ingin tahu dan berbagai pertanyaan dari peserta.
Setelah itu, lebih dari 40 peserta bergerak ke Museum Keris Nusantara. Di tempat ini, peserta diajak mengenal ratusan koleksi senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia termasuk keris dengan bentuk, ornamen dan filosofi simbol komunikasi yang beragam di zaman itu. Di sana, dijelaskan pula bahwa keris sejatinya bukan hanya bisa dilihat sebagai senjata, karena menyimpan nilai dan simbol yang merefleksikan cara masyarakat dalam menyampaikan identitas serta makna seseorang.
Dari Museum ke Kampung Batik
Tidak jauh dari Museum Keris, peserta diajak beranjak ke Kampung Batik Kauman untuk mempelajari proses membatik sebagai bagian dari identitas budaya Surakarta. Di sela-sela menelusuri Kampung Batik di tengah terik Kota Surakarta, peserta turut berkesempatan mencicipi es putar, jajanan tradisional yang sudah ada sejak tahun 1950. Seperti namanya, sebelum disuguhkan es yang memiliki perpaduan rasa khas gurih dan segar dari balutan santan dan potongan roti itu harus diputar terlebih dahulu.
Dari Kampung Batik Kauman, rangkaian city tour ditutup dengan kunjungan ke Balai Kota Surakarta. Bangunan yang menjadi salah satu pusat pemerintahan kota tersebut menjadi pengantar menuju agenda puncak acara AHI 2026 yang akan dilangsungkan di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta. (Evira Anyelia)