Penjurian AHI 2026: Cara Empat Entitas PT KAI Kelola Komunikasi Transportasi Publik
PRINDONESIA.CO | Kamis, 03/09/2026
Penjurian AHI 2026: Cara Empat Entitas PT KAI Kelola Komunikasi Transportasi Publik
Manager of Multimedia KAI Pusat Ujang Rusen Permana di penjurian AHI 2026, Selasa (1/9/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO — Sekurangnya empat entitas PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI diketahui punya inovasi masing-masin dalam mengurusi tata kelola informasi publik lewat strategi integrasi data. Hal itu terungkap dalam penjurian Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 hari pertama, Selasa (1/9/2026). Keempat entitas tersebut adalah KAI Pusat, KAI Daop 6 Yogyakarta, KAI Daop 1 Jakarta, dan Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Adapun KAI Pusat mengambil porsi kendali sebagai produsen informasi tunggal korporasi. Penjelasan awal Manager of Multimedia KAI Pusat Ujang Rusen Permana terkait integrasi pangkalan data lintas anak perusahaan, langsung disambut rasa ingin tahu juri Abdul Rahman Ma'mun, tentang bagaimana PPID Utama mengoordinasikan pelayanan informasi agar selaras dengan anak perusahaan seperti KCI.

Ujang menjelaskan, untuk itu KAI Pusat memastikan sinkronisasi data antarlembaga berjalan tanpa nuansa persaingan negatif. Di sini, pihaknya mengelola website utama kai.id dan menyusun Annual Report serta Sustainability Report, sehingga KAI Pusat memiliki akses langsung ke seluruh data dari setiap unit kerja di KAI. "Kami menjadi satu-satunya unit yang menguasai data KAI secara menyeluruh dan komprehensif, sehingga ketika ada permohonan informasi masuk ke PPID, kami bisa meresponsnya dengan sangat cepat dan akurat," ujarnya.

Sementara itu KAI Daop 6 Yogyakarta menerjemahkan visi pusat lewat percepatan administrasi persuratan tingkat daerah. Perwakilan Unit PPID Humas Daop 6 Yogyakarta Faying Sugiarto menjelaskan, pihaknya merancang klasifikasi dokumen berbasis kecerdasan buatan untuk menyortir permohonan publik. "Ketika pemohon mengajukan permintaan, sistem langsung memverifikasi jenis informasinya, apakah tergolong informasi terbuka atau informasi yang dikecualikan," ungkap Faying.

Mitigasi Krisis Lapangan

Arus permohonan informasi di KAI nyatanya mencetak rekor paling padat saat menembus wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta. Untuk itu, juri Ainul Yakin menguji ketajaman strategi komunikasi mereka agar portfolio layanan PPID tepat sasaran kepada masyarakat umum yang menjadi konsumen utama.

Menjawab itu, Asisten Manajer Internal Humas KAI Daop 1 Jakarta Teja Wulan mengatakan timnya setia turun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan. Dalam konteks keselamatan, katanya, perlintasan sebidang rel kereta api menjadi target sasaran kampanye pencegahan kecelakaan daerah. "PPID masuk dari kacamata edukasi peraturan perundang-undangan. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menerobos pintu perlintasan sebidang memiliki konsekuensi hukum pidana," tegas Teja.

Sesi penjurian yang melibatkan empat entitas PT KAI ini ditutup dengan unjuk inovasi fisik layanan kereta komuter. Humas dan Supervisor Media Relations PT KCI Hafidz Saputra menjelaskan, saat ini kantor pelayanan KCI tidak lagi menggunakan partisi kaca pada meja resepsionis. Salah satu tujuanya adalah untuk menghapus jarak antara petugas dan penumpang. "Pendekatan tata ruang ini kami hadirkan untuk memutus batasan psikologis antara petugas dan pemohon informasi demi interaksi pelayanan yang humanis dan inklusif," tutup Hafidz. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI