Penjurian AHI 2026: Tentang Strategi Komunikasi Jemput Bola
PRINDONESIA.CO | Kamis, 03/09/2026
Penjurian AHI 2026: Tentang Strategi Komunikasi Jemput Bola
(kiri) Kepala BBPOM Yogyakarta Ani Fatimah Isfarjanti dalam penjurian AHI 2026, Selasa (1/9/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO— Sejumlah institusi yang menjadi peserta Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 dalam penjurian hari pertama, Selasa (1/9/2026), menunjukkan gebrakan terhadap birokrasi kaku lewat strategi komunikasi publik proaktif menjemput bola ke tengah masyarakat. Mereka adalah RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG Cisarua), BBPOM Yogyakarta, dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan.

RSPG Cisarua, misalnya, meluncurkan program Rumah Sakit Gunawan Sahabat Desa untuk menyapa langsung warga kawasan pegunungan Puncak, Kabupaten Bogor setiap Jumat pagi. Dijelaskan bahwa Kawasan Cisarua memiliki medan geografis menantang yang membatasi kesadaran pencegahan kesehatan penduduk setempat.

Disampaikan oleh Manajer Hukum dan Humas RSPG Cisarua Intan Mutia Rizki Putri, lewat progra tersebut pihaknya memberikan layanan konsultasi medis, edukasi kebersihan lingkungan, hingga skrining paru gratis bagi warga. "Saya ingin mengajak kita membayangkan satu hal sederhana: bagaimana rasanya ketika kita tidak lagi perlu menunggu pelayanan di rumah sakit, melainkan pihak rumah sakit yang datang langsung mendatangi kita untuk menyapa, mendengar, dan mengerti kebutuhan kesehatan kita?,” ucapnya menjelaskan latar belakang program Rumah Sakit Gunawan Sahabat Desa.

Intan menerangkan, program rintisan awal tahun 2026 ini berhasil merangkul 1.129 penduduk desa dari 13 agenda kunjungan lapangan. Ia mengatakan, interaksi tatap muka itu membantu pihak rumah sakit mencegah penderita penyakit tuberkulosis pedesaan berhenti meminum obat rutin, dan sukses mendongkrak jumlah pasien baru asal Kecamatan Cisarua dan Megamendung sebesar 2,76 persen.

Sama halnya dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta yang memilih strategi terjun langsung mengedukasi keamanan pangan lewat program Gerakan Bebas Boraks. Lewat program ini, mereka mendatangi komunitas pembuat makanan tradisional gendar di pasar lokal guna membagikan resep alternatif pengganti pengawet boraks. Inovasi edukasi ke akar rumput ini terbukti efektif menekan angka penyalahgunaan boraks hingga 87 persen di wilayah provinsi Yogyakarta.

Kepala BBPOM Yogyakarta Ani Fatimah Isfarjanti mengatakan, implementasi program tersebut dibarengi dengan pembenahan kualitas ruang fisik instansi. Mereka menerapkan konsep Satu Ruang Beragam Kebutuhan Informasi Publik untuk menyatukan fungsi ruangan edukasi, wadah pengaduan, dan unit layanan administrasi terpadu. Ruang tersebut juga dipastikan inklusif bagi pengunjung kelompok rentan dengan fasilitas buku braille, kaca pembesar, serta ubin pemandu difabel. Ani menyebut, capaian Survei Kepuasan Masyarakat terhadap transformasi layanan fisik instansi menembus angka 98,5 pada tahun 2026.

Ani juga menjelaskan bahwa dalam praktik kerja sehari-hari BBPOM Yogyakarta menghadapi tiga tantangan utama, yakni pemahaman pegawai, kompetensi pelaksana, dan pemahaman masyarakat terhadap informasi publik. Adapun untuk menjawabnya, pihaknya mengedepankan empat pilar tata kelola yang mencakup penguatan kapasitas, kualitas layanan, serta monitoring dan evaluasi. ”Kami menegaskan komitmen melalui maklumat pelayanan, memprioritaskan kelompok rentan, perbaikan terus-menerus, dan siap menerima konsekuensi apabila pelayanan tidak sesuai standar," imbuh Ani.

Edukasi Interaktif Layanan Paspor

Sementara itu Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan berupaya memangkas jarak pelayanan sipil dengan membuka lima titik operasional di pusat perbelanjaan. Lewat inisiatif tersebut, penduduk Jakarta Selatan kini dapat leluasa memproses paspor di Lippo Mall Kemang atau Pondok Indah Mall 3 sembari menikmati waktu rekreasi keluarga. Titik baru di kawasan Fatmawati menempati One Belpark Mall juga akan segera diresmikan pada Oktober mendatang.

Analis Keimigrasian Ahli Muda Dandun Kusumayuda mengatakan, beragam fasilitas yang mendukung kenyamanan turut dihadirkan dalam pendekatan “jemput bola” ini. Di antaranya sofa empuk bernuansa kayu hangat, hingga jalur prioritas tanpa pendaftaran daring bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan balita. “Pengunjung juga bebas menikmati fasilitas stasiun pengisian daya gawai, layanan cetak dokumen gratis, hingga seduhan minuman hangat cuma-cuma,” terangnya seraya mengungkap hasil survei kualitas pelayanan periode Juli hingga Agustus 2026 merekam 2.484 responden memberikan predikat Sangat Baik.

Upaya mendekatkan diri kepada publik tersebut, lanjut Dandun, didukung dengan produksi konten edukasi digital menyasar demografi penduduk usia muda. "Salah satu inovasi konten kami yang sempat viral dan ditonton hingga jutaan kali adalah konten video bertema 'POV: Petugas Wawancara'," kata Dandun.

Dijelaskan bahwa konten visual media sosial tersebut merekam suasana riil tahapan prosedur wawancara penerbitan paspor. Tayangan interaktif ini dapat menjadi sarana edukasi publik untuk memahami ketatnya regulasi prosedur aparatur negara saat mendeteksi potensi bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang lewat rentetan pertanyaan hukum keimigrasian. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI