Mengenal Anggita, HERO Telkom Area Cikini yang Energik dan Tangguh
PRINDONESIA.CO | Selasa, 27/09/2022
Mengenal Anggita, HERO Telkom Area Cikini yang Energik dan Tangguh
Head of Representative Telkom Area Cikini Anggita Cremonandra Elfani (kedua dari kiri)
Dok. IndiHome

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Menjadi Head Of Representative (HERO) Telkom Area di usia muda menjadi salah satu bentuk kesuksesan Anggita Cremonandra Elfani. Sebelumnya, Anggita bertugas di berbagai tempat sebagai Head of Business Unit Telkom Area di Gambir, Cideng dan Cempaka Putih.

Berbekal pengalaman sebelumnya, tugasnya di Cikini lebih menantang yaitu memimpin tim untuk menuntaskan 19 KPI end to end di Telkom Area Cikini yang landscape market-nya lebih beragam. Wanita yang baru saja menikah pada Agustus 2022 tersebut mengaku jika dilihat dari aspek people, process dan tools dalam bisnis, hal yang paling menantang adalah aspek people.

Meski demikian, tugas berat dengan segudang pekerjaan mampu dilalui  dengan baik, bahkan Anggita berhasil masuk Top 3 di Forum HERO Nasional dan mewakili Telkom Regional untuk berbagi pengalaman best practice dalam memimpin territory di depan ratusan HERO dari seluruh area dari Sabang-Merauke dan para senior leader TelkomGroup.

Wanita kelahiran Semarang tersebut mengaku, awalnya ada perasaan sedikit canggung terpilih sebagai pemimpin muda serta wanita di Wilayah Telkom. Pasalnya, bukan hanya urusan mengejar target sales dan revenue di area tersebut, tapi juga bagaimana mengelola tim dengan perbedaan latar belakang seperti usia yang lebih senior, pengalaman yang beragam dan cara pandang yang berbeda dalam menyikapi berbagai persoalan.

Lulusan Great People Trainee Program (GPTP) 2 tahun 2015 itu mengaku selalu belajar dari pengalaman, termasuk kesalahan. Wajar, jiwa mudanya yang berkobar beberapa kali berbenturan dengan beberapa kebiasaan kerja team yang menurutnya kurang ideal dan produktif. Kegemarannya membaca buku dan berdiskusi dengan senior, menjadi jalan tersendiri bagi Anggita.

Wanita kelahiran 1992 ini memiliki cara jitu dalam menemukan solusi berbagai persoalan terutama jika itu adalah persoalan baru baginya. Pertama bertanya kepada pihak yang lebih berpengalaman dan kedua mencari sumber teorinya dengan membaca buku. Kadang juga, menyempatkan menulis di buku diary untuk mengekspresikan suasana hati yang dirasa.

“Saya suka berdiskusi dengan para senior untuk menyerap berbagai pengalaman dan pengetahuan mereka, kemudian saya juga baca buku untuk dapat konsepnya. Salah satu buku yang saya berusaha terapkan adalah “How to Win Friends and Influence People” karya Dale Carnagie. Di situ saya menemukan banyak insight menarik soal leadership,” jelas lulusan Teknis Industri ITB 2010 tersebut.

“Setidaknya saya merumuskan 4B dalam memimpin territory,” lanjut penggemar street food ini. Yang pertama benchmark, mempelajari aspek internal dan eksternal dengan komprehensif, kelebihan dan kekurangannya. Kedua, bold planning & execution, merancang program yang sesuai dengan karakter resource dan market, serta mengeksekusinya dengan baik.

Ketiga, build connection. Membangun koneksi seluas-luasnya dengan lintas unit dan divisi, serta jaringan stakeholders eksternal lain. Yang ke empat adalah, berdoa. Baginya, saat berada di titik terendah, orang yang beriman akan selalu punya harapan dan kemudian bangkit, karena yakin ada kekuatan yang besar dan dahsyat, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.

Hasilnya, banyak rekan-rekan di tempatnya bertugas mengapresiasi kinerja Anggita dan teamnya. Bukan hanya aspek performance kerja yang disorot, tetapi juga sikap para tim lapangan yang dibinanya menjadi lebih sopan dan bekerja produktif, proaktif serta memahami product knowledge dengan baik.

Penyampaian materi dan poin-poin ke team tidak hanya disampaikan melalui briefing formal dalam kantor, tetapi juga melalui Ngobras, alias Ngobrol Asik tapi Seru, yang sifatnya lebih informal. Dengan makan dan ngobrol santai bersama tim termasuk para teknisi, sales dan para garda terdepan IndiHome lainnya, biasanya tim akan lebih terbuka dalam menerima maupun menyampaikan feedback.

Pengagum Najwa Shihab dan Sri Mulyani itu mengaku, menjadi pemimpin wanita muda adalah bagian dari aktualisasi dirinya. Baginya, hal yang paling penting dan ia cari bukan posisi atau jabatan, tetapi besar dan luasnya manfaat yang dapat ia berikan.

Meniti proses karir maupun milestone hidup lainnya, ibarat seperti menaiki anak tangga. “Sejatinya anak tangga itu bukanlah tempat untuk beristirahat, melainkan sebagai pijakan salah satu kaki, untuk menopang satu kakinya lagi agar dapat menginjakkan kaki ke tempat yang lebih tinggi”, tutup wanita yang juga adalah Wakil Duta Telkom Group 2017 tersebut.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI