Tantangan "Public Affairs": Harmoni Kepentingan Bisnis dan “Stakeholders”
PRINDONESIA.CO | Senin, 04/01/2021
Tantangan
“Public affairs yang kita pahami sekarang adalah komunikasi atau menjalin hubungan dengan stakeholders dengan memerhatikan konteks politik, ekonomi, sosial, budaya,” kata Noke.
Roni/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Menurut Noke Kiroyan, Chairman and Chief Consultant Kiroyan Partners, pertanyaan itu wajar. Sebab, public affairs (PA) sendiri merupakan spesialiasi yang terbilang baru, terutama di Indonesia. “Dalam perjalanannya telah mengalami banyak perubahan makna dan fungsi,” katanya seperti dikutip dalam bukunya Public Affairs: Praktik dan Teori.

Berdasarkan pengalaman di Kiroyan Partners, Noke menyimpulkan bahwa sekitar 50 persen kegiatan antara PA dengan public relations (PR), sama. Perbedaannya, PA menyangkut kebijakan publik dan kerangka hukum tentang sektor-sektor ekonomi tertentu. Sehingga, pelakunya perlu pemahaman tentang sistem serta dinamika politik secara makro untuk membuat analisis.

Dalam pelaksanaannya, bisa saja PA mencakup kegiatan yang umumnya dilakukan oleh PR seperti media relations dan event organizing.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI