Menjawab Kebutuhan PR di Industri Keuangan
11 October 2019
Ratna Kartika
0
Menjawab Kebutuhan PR di Industri Keuangan
Industri keuangan bagai blue ocean bagi agensi PR yang mengerti finansial.
Dok. IMBU

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Inisiasi membentuk agensi PR yang memiliki spesialiasi di bidang industri finansial ini lahir dari Gilman Pradana Nugraha bersama dua rekannya yang sama-sama memiliki latar belakang keuangan dan pengalaman di bidang corporate communications dan marketing communications.  Gilman sendiri dulunya dikenal sebagai Head of Communications Unit Bursa Efek Indonesia.

Ketika masih bekerja di lembaga jasa keuangan, ia kerap bermitra dengan agensi atau konsultan PR. Pada saat itu, pria yang berprinsip “Comfort is the enemy of progress, ini kerap dihadapkan dengan kurangnya agensi menguasi industri keuangan.

Tak jarang, ia selaku user perlu melakukan upaya lebih untuk memberikan penjelasan singkat, masukan, bahkan ide kreatif. Pada akhirnya, agensi hanya menjadi administrator semata. ”Dari sekian banyak agensi besar yang ada di Indonesia, umumnya belum ada yang benar-benar dapat mengerti dunia keuangan dan menerjemahkannya ke dalam bahasa komunikasi yang sederhana,” keluhnya.

Dari sinilah mereka menemukan adanya peluang. “Kami melihat industri keuangan sebagai blue ocean bagi agensi PR yang mengerti finance. Di sisi lain, kami juga meyakini knowledge is a real power,” ujar ayah dari dua anak ini. Apalagi penetrasi industri keuangan di Indonesia masih relatif kecil baik itu perbankan, pasar modal, asuransi, maupun industri keuangan nonbank lainnya. Contoh, pasar modal saat ini hanya memiliki investor sebanyak 2 juta dari total 264 juta penduduk Indonesia.  

 

Nilai Tambah

Dengan lahirnya IMBU, ia berharap mampu menjawab kesulitan yang kerap dihadapi para pelaku PR yang bergerak di industri keuangan. “Sesuai namanya, “imbued” yang berarti “to inspire” dan “imbuh” yang artinya tambah dalam bahasa Jawa, diharapkan dapat memberikan nilai tambah khususnya bagi industri keuangan,” sambungnya.

Hal ini sesuai dengan slogan IMBU, “Finance World Creative Solutions”. Yakni, menawarkan solusi kepada lembaga jasa keuangan dalam mengomunikasikan produk, program, hingga membangun kampanye bersama dalam meningkatkan brand institusi. Strategi komunikasi tersebut dilakukan baik secara off-line maupun on-line.  

Selama enam bulan berjalan, respons klien terbilang positif. Sebab pada dasarnya, klien mencari agensi yang mengerti nature dari produk-produk keuangan, mampu membuat konten kreatif di bidang finance, dan memiliki akses kepada KOL (Key Opinion Leader) serta komunitas-komunitas yang terpercaya dan dapat diandalkan bagi industri keuangan.

Meski begitu, bukan berarti bebas kendala. Peningkatan kompetensi di bidang finansial mutlak harus tetap dilakukan. Hal ini dikarenakan, dunia keuangan berkembang dinamis dan cepat. Kondisi tersebut memaksa mereka untuk terus beradaptasi sehingga lahir berbagai kreativitas yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Ke depan, ia bersama rekan-rekannya akan makin fokus mengembangkan Financial Influencer Hub. Jejaring antar-KOL finansial yang sudah dimulai sejak Juni lalu ini bertujuan untuk meningkatkan exposure tentang industri keuangan. Program peningkatan kompetensi KOL di bidang finance pun terus dilakukan dalam rangka menciptakan konten-konten kreatif yang reliabel di industri keuangan dan dapat berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan. (rtn)

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI