Cara Menyajikan Data Agar Makin Menarik
29 July 2019
rizka
0
Cara Menyajikan Data Agar Makin Menarik
Berita tak cukup fakta namun juga data
Dok. Nia/SPS

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Di tengah ketatnya kompetisi dan tuntutan publik, saat ini elemen menyusun sebuah berita tak cukup sekadar fakta. Tapi, harus ditunjang dengan data. Hal ini terungkap dalam workshop yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) bertajuk “Optimalisasi Big Data dalam Meningkatkan Revenue Media” di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Chief Content Officer Katadata Heri Susanto di hadapan peserta SPS School of Management mengatakan, saat ini media tak hanya bersaing dengan sesama pelaku usaha sejenis, namun juga media sosial. Hal inilah yang membuat media berlomba-lomba untuk menciptakan konten yang tak hanya memiliki ciri khas, tapi juga berkualitas.

Di sisi lain, menyediakan konten berkualitas juga memiliki tantangan tersendiri. Di tengah pergeseran cara dalam memperoleh pendapatan dari sekadar iklan banner menjadi berlangganan, tim redaksi harus berupaya sebaik mungkin agar dapat mengolah dan menghadirkan konten yang berkualitas yang mampu menarik audiens sehingga pembaca bersedia menjadi pelanggan berbayar.

Realitanya, cara berlangganan kurang diminati di hampir semua negara, tak terkecuali Indonesia. Kondisi ini membuat media harus memutar otak untuk tetap mempertahankan bisnisnya.

Menurut Heri, perusahaan media on-line dapat memperoleh pendapatan lain dengan mengembangkan layanan. Misalnya, dengan membuat sponsor artikel, infografik, dan video. Sponsor artikel, infografik, dan video playback pun dapat dibuat berdasarkan data yang dikemas menarik untuk pembaca.

Ia lantas membagikan tips agar data yang disajikan lewat artikel, infografik, dan video makin memikat untuk dinikmati. Antara lain:

Buat kata kunci

Gunakan aplikasi google analytic untuk membuat kata kunci (keyword).

Buat artikel yang tak lekang waktu

Menurutnya, data-data dapat mendatangkan traffic yang tinggi. Contoh, artikel jumlah penduduk yang hingga sekarang menjadi artikel terpopuler. Hal ini berbeda dengan berita straight news yang pengunjungnya menurun dari waktu ke waktu.

Buat data pembanding

Dengan adanya data pembanding, pesan yang disampaikan menjadi makin kuat. Misal dengan membandingkan harga BBM di Indonesia dengan luar negeri. Kontradiksi ini dapat menarik minat pembaca.

Pilih "angle"

Setelah membandingkan data, garis bawahi hal yang paling penting untuk diketahui publik. “Jika berbentuk visual seperti infografik, maka porsi highlight menjadi 40 persen dalam satu halaman,” ujar Heri. (rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI