FOKUS HIBRA 2026 Akan Bahas Soal Keberlanjutan BUMD agar Relevan & Inklusif
PRINDONESIA.CO | Senin, 08/06/2026
FOKUS HIBRA 2026 Akan Bahas Soal Keberlanjutan BUMD agar Relevan & Inklusif
FOKUS HIBRA 2026 yang akan berlangsung di Gedung PERURI, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Dok. HUMAS INDONESIA

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) senantiasa mengemban beban ganda. Dalam konteks ini, mereka dituntut memacu perputaran ekonomi wilayah seraya melayani hajat publik harian. Oleh karena itu, ketajaman membaca arah kebijakan menjadi penting, karena dengan itu BUMD dapat meramu strategi komunikasi yang tepat agar senantiasa pula berada pada posisi unggul. Dorongan terhadap hal tersebut yang menjadi landasan Forum Kebijakan Komunikasi Strategis dan HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA 2026) yang akan berlangsung pada Kamis (11/6/2026) di Gedung PERURI, Jakarta Selatan.

Sebagaimana disampaikan founder & CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan, kemampuan mitigasi krisis adalah penentu utama napas panjang kinerja BUMD. "Oleh karenanya, memiliki SOP, metode, dan manajemen krisis yang baik saat ini bagi sebuah BUMD, akan menjadi pelindung yang efektif jika mengalami krisis, agar reputasi tidak tergores lebih dalam, sekaligus mempercepat proses pemulihannya," jelas Asmono kepada HUMAS INDONESIA, Kamis (4/6/2026).

Selaras dengan itu, Asmono menjelaskan, tekanan pemegang saham dan publik telah memaksa BUMD untuk bergerak lincah. Oleh karenanya, tegasnya, para direksi perlu segera membenahi tata kelola bisnis. Namun, pesannya, hal tersebut wajib mengedepankan taktik komunikasi strategis yang adaptif, transparan, dan berintegritas. "Fungsi komunikasi atau kehumasan kini menjadi mitra strategis manajemen untuk mengelola persepsi publik dan memperkuat manajemen krisis yang proaktif dari BUMD." sebut Asmono.

Adapun sesi pembuka FOKUS HIBRA 2026 akan menghadirkan founder & Director Infinity Continuity Singapore Gary Ng. Ia akan membedah taktik Business Continuity Management (BCM). Metode kesiapan darurat ini memadukan keahlian profesional dan pengalaman akar rumput menjaga nyawa bisnis perusahaan daerah. “Program ini melampaui manajemen risiko. Ini tentang memastikan bahwa setiap organisasi, besar atau kecil, dapat terus melayani komunitas mereka dan menciptakan dampak positif, bahkan pada saat krisis,” kata Gary Ng, mengutip arsip Jakarta Daily terbitan Oktober 2025.

FOKUS HIBRA 2026

Forum Kebijakan Komunikasi Strategis dan HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA) 2026 yang mengusung tema "Tata Kelola BUMD yang Bereputasi di Era Digital" diselenggarakan untuk mengukur ketangguhan reputasi serta membedah taktik tata kelola korporasi pelat merah. 

FOKUS HIBRA 2026 terbuka bagi ragam level jabatan birokrasi. Kepesertaan mencakup jajaran direksi, pimpinan menengah tingkat manajer, pejabat madya pemerintah daerah, hingga staf hubungan masyarakat yang bertarung langsung memulihkan citra instansi setiap hari.

Kompetisi ini memotret eksposur positif dari pemberitaan digital. Penghargaan akan diberikan kepada BUMD yang sukses menaklukkan algoritma media daring dan platform sosial guna meredam rentetan isu darurat sekaligus mendongkrak kepercayaan pemangku kepentingan tingkat wilayah.

Untuk dapat mengikuti Forum Kebijakan Komunikasi Strategis Tiket, peserta hanya perlu berinvestasi senilai Rp750.000 per orang. Peserta nantinya akan membawa pulang cetak biru tata kelola transparan, dokumen whitepaper, serta berkesempatan berjejaring langsung sesama praktisi kehumasan tanah air. Selain itu, instansi pengirim minimal tiga utusan akan menerima bonus konsultasi daring penanganan isu darurat selama satu jam penuh.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: bit.ly/FOKUSHIBRA2026. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sdri. Rachelya Putri (0859-5919-3553) atau Sdri. Salsabila (0882-0050-03868).

Ikuti terus perkembangan pendaftaran FOKUS HIBRA 2026 hanya di portal resmi humasindonesia.id dan prindonesia.co(Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI