Wing Wiyarso, Pemkot Semarang: Membangun Komunikasi Efektif
12 June 2020
wulinda
0
Wing Wiyarso, Pemkot Semarang: Membangun Komunikasi Efektif
Bagi Wali Kota, humas bukan hanya sebagai “corong” atau garda penyampai informasi kebijakan pemerintah yang terdepan kepada publik. Lebih dari itu, humas adalah lehernya Wali Kota.
Dok. PR INDONESIA/ Freandy

Wing Wiyarso - Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Semarang

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Sehari kemudian, kami janji bertemu di kantornya. Padahal, ia sedang sibuk mempersiapkan puncak acara tahunan persembahan PR INDONESIA dalam rangka mengapresiasi kinerja dan prestasi insan PR di tanah air.

Perbincangan mengalir tanpa kendala dan makin seru ketika pria yang tahun ini genap berusia 53 tahun itu bicara soal hobinya off-road dan memancing. Ternyata, hobi inilah yang membentuk karakter Wing menjadi pribadi yang mudah beradaptasi, menyukai tantangan dan memiliki daya tahan yang tinggi. Apalagi dunia humas dikenal dinamis dan menuntut kecepatan tinggi.

Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) yang sedang melanda tanah air, termasuk Kota Semarang, serta terpisahnya jarak dan waktu antara Semarang dengan Jakarta, tak menyurutkan semangatnya untuk memenuhi permintaan kami menjadi cover dan mengisi rubrik Interview edisi April ini.

Padahal, kami tahu Wing sebagai garda terdepan, pastilah sibuk menjalankan perannya sebagai konduktor informasi di tengah pandemi. Apalagi selama masa tersebut, ia masuk dalam anggota Bidang Penanganan dan Pemulihan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Kota Semarang.

Kepada PR INDONESIA, peraih gelar Magister Adminsitrasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) ini bercerita mengenai kecintaannya terhadap Kota Semarang dan harapannya kepada generasi humas Pemkot Semarang. Berikut kutipannya.  

Sebelumnya, izinkan kami menyampaikan selamat karena Pemkot Semarang untuk kali pertama meraih penghargaan tertinggi, Platinum, di ajang PR INDONESIA Awards (PRIA) 2020. Menurut Anda, apa makna kompetisi ini bagi Pemkot Semarang?

Terima kasih. Menurut kami, kompetisi merupakan sarana bagi humas Pemkot Semarang untuk evaluasi diri sekaligus belajar dari daerah atau pemerintahan lain tentang upaya menciptakan aktivitas dan peran humas pemerintah yang sesuai dengan tantangan zaman.

Apa yang ingin dicapai Pemkot Semarang dari kompetisi ini?

Predikat atau juara adalah bonus. Yang paling penting, masyarakat, khususnya warga Kota Semarang, dapat merasakan program/aktivitas kehumasan. Dari penilaian pihak eksternal pada saat kompetisi itu pula kami dapat memastikan aktivitas kehumasan yang sudah kami lakukan sudah berada di jalur yang benar, atau sebaliknya.

Bahkan, kalau pun masih ada yang belum sempurna, kami tahu di mana letak kekurangannya. Karena saat penjurian sesi presentasi, kami berkesempatan untuk mendapatkan umpan balik baik dari dewan juri maupun sesama peserta.

Di sisi lain, kami juga tak jarang mendapat ide dari program kehumasan yang dilakukan praktisi PR lain. Reduplikasi aktivitas humas dari organisasi lain yang relevan dilakukan dan dikembangkan di organisasi kita itu diharapkan dapat membuat aktivitas kehumasan makin terasa manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.

Menurut Anda, seperti apa dinamika humas di instansi pemerintah di era saat ini ?

Di era serba teknologi atau era industri 4.0 seperti sekarang, dinamika humas, khususnya yang ada di instansi pemerintah, tidak hanya dihadapkan kepada persoalan bagaimana humas dapat menjalankan fungsinya untuk membangun citra positif pemerintah daerah—dalam hal ini Pemkot Semarang.

Namun, di saat yang bersamaan, humas harus mampu merespons dengan cepat kebutuhan informasi yang diperlukan masyarakat. Salah satu caranya dengan memaksimalkan berbagai platform untuk mendiseminasi informasi mulai dari website, Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya.

Intinya, humas di era saat ini dihadapkan pada tantangan untuk cepat baik di dalam memperbarui informasi terkini dan merespons kritik, pertanyaan maupun masukan masyarakat.

Seberapa strategis Wali Kota Hendrar Prihadi memandang peran humas saat ini?

Wali Kota kami, Hendrar Prihadi, atau akrab disapa Mas Hendi, melihat humas sebagai instansi yang memiliki peran penting dan strategis. Bagi Wali Kota, humas bukan hanya sebagai “corong” atau garda penyampai informasi kebijakan pemerintah yang terdepan kepada publik. Lebih dari itu, humas adalah lehernya Wali Kota. Itu artinya, humas berperan strategis di dalam mendorong masyarakat untuk ikut bergerak bersama membangun kota.

Apa pesan Wali Kota Hendi saat Anda dilantik sebagai Kabag Humas dan Protokol? 

Humas harus menjadi bagian penting dari pemerintah daerah sebagai pembentuk brand image pimpinan dan Kota Semarang kepada khalayak luas. Di samping itu, berperan dalam mendukung dan menyosialisasikan kebijakan pimpinan, serta menjadi ujung tombak pembentuk citra Kota Semarang sebagai kota wisata.

Semua itu kuncinya ada di komunikasi. Bagamana kita bisa mengemas komunikasi itu lalu mempublikasikannya sehingga masyarakat beserta seluruh stakeholder memahami, memberikan dukungan, bahkan mau terlibat dan berpartisipasi.

Untuk mencapai tujuan itu, salah satu upayanya adalah kami harus meningkatkan kerja sama dan memperluas jejaring. Kami juga harus menjadi pembelajar dan bergerak cepat agar bisa mengikuti perkembangan zaman yang sangat dinamis.

Terutama, dinamika cara mengemas dan mengomunikasikan program/kebijakan pemda ke berbagai saluran komunikasi. Sehingga, informasi yang kami sampaikan ke publik relevan, didistribusikan dengan cara dan saluran yang mereka minati. 

Apa strategi yang Anda lakukan untuk merealisasikan itu?

Langkah pertama yang kami lakukan ketika itu adalah memperbaiki cara kami mengelola dan mengembangkan situs resmi dan media sosial Pemkot Semarang. Ranah ini penting. Sebab, kanal ini memungkinkan kami lebih cepat—tapi tetap akurat—dalam menyampaikan informasi. Selain itu, memudahkan Wali Kota menangkap dan menyerap apa yang menjadi aspirasi dan ekspektasi masyarakat. 

Meksi begitu, menjalin relasi dengan rekan-rekan media tetap menjadi perhatian utama kami. Intinya, kami selalu berusaha agar pesan dan informasi kepada masyarakat disampaikan dalam berbagai medium, tidak hanya media cetak dan penyiaran, namun menyesuaikan kebutuhan informasi masyarakat dari berbagai kalangan dan usia. 

Sementara untuk memudahkan komunikasi di dalam organisasi, kami mengembangkan aplikasi kehumasan. Keberadaannya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok kami dan bagian dari komitmen kami untuk selalu mewujudkan komunikasi efektif yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan zaman.

Adakah tim khusus yang mengelola new media platform

Ada. Tim khusus ini diperlukan karena dinamikanya cepat sekali. Kami memiliki tim kreatif yang khusus mengelola media sosial atau new media platform ini. Tim itu terdiri dari non-ASN (aparatur sipil negara) yang merupakan generasi milenial dan ASN yang bertanggung jawab mengelola seluruh proses administrasi dan tata kelola di dalam tim tersebut, termasuk melakukan evaluasi. 

Menurut Anda, apa tantangan selama mengarungi dunia humas?

Sebagai bagian yang memegang peranan kunci sebagai penentu kesuksesan membentuk brand image pimpinan dan Kota Semarang kepada khalayak luas, humas harus mampu menjalankan fungsi komunikasi dengan baik.

Jika ia tidak pandai mengomunikasikannya kepada masyarakat dan tidak bisa menangkap apa yang menjadi harapan masyarakat dari suatu kebijakan yang dibuat pemerintah, akan timbul miskomunikasi. Kalau itu terjadi, dampak paling besar adalah terjadi penolakan.

Di sinilah tantangan kami. Kami harus mampu menyampaikan kebijakan-kebijakan Wali Kota dan Pemerintah Kota Semarang. Kemudian, mengemas, menyalurkan dan menyosialisasikannya dengan baik, bahkan hingga diterjemahkan ke dalam bentuk event.

Apalagi saat ini kita sedang membentuk citra Kota Semarang sebagai kota wisata. Untuk mencapai tujuan itu, kami gencar melakukan berbagai event dan festival. Di sisi lain, kita hidup di era di mana masyarakatnya kritis.

Program harus dikemas otentik, menarik, kreatif, dan berkesan. Kalau tidak, euforianya bisa hilang dalam hitungan waktu. Atau, mereka sekadar merespons sambil berlalu, “Ah, kegiatan mirip seperti di tempat lain. Hanya meniru.”

Tapi, kalau berhasil, dampaknya luar biasa. Hadirnya banyak tamu, baik dari lokal, luar kota, maupun internasional, berpotensi membuat roda perekonomian masyarakat makin meningkat. Pemahaman mereka tentang program dan kebijakan yang sedang menjadi fokus utama dan gencar dikomunikasikan oleh Pemkot Semarang juga kian mendalam. Harapannya, tumbuh kecintaan terhadap kota ini. Syukur-syukur kalau mereka berminat untuk berinvestasi. Karena tujuan itulah kami melakukan berbagai kegiatan.

Di sinilah tugas kami. Mengelaborasikan agenda kehumasan melalui berbagai program dan event yang dapat meningkatkan daya tarik serta minat publik untuk berinvestasi di kota ini. Strategi ini dilakukan untuk mendukung transformasi Kota Semarang menjadi Kota Perdagangan dan Jasa, salah satunya sektor pariwisata.

Berbagai kegiatan menarik dan inovatif pun diciptakan untuk membuat semakin banyak publik yang mengetahui dan memahami program serta komunikasi yang sedang dibangun Pemkot Semarang.  Di sisi lain, mereka juga melihat ada peluang bisnis di kota ini.  

Di tengah pandemi corona, seperti apa peran humas dalam membantu dan mendukung tugas Pemkot Semarang? Strategi komunikasi strategis, kreatif dan inovatif apa saja yang dilakukan?

Strategi komprehensif baik di darat maupun udara. Di darat, kami berkomunikasi dengan antarlembaga, dalam hal ini Forkopimda, untuk bersinergi dalam memerangi Covid-19. Humas dan Protokol memiliki peran sebagai jembatan komunikasi antarelemen tersebut.

Di udara, melalui media. Kami terus mengabarkan informasi baik berupa berita, tayangan talk show, unggahan di media sosial yang berisi ajakan agar warga Kota Semarang tidak panik, tahu apa yang harus mereka kerjakan dan yang sedang dikerjakan Pemkot Semarang. Sehingga, tercipta kepercayaan masyarakat atas kinerja dan keseriusan pimpinan juga pemerintah dalam melindungi warganya dan memutus wabah ini.

Terkait strategi komunikasi inovatif, beberapa waktu lalu saat apel bersama untuk melakukan penyemprotan disinfektan, kami membuat kalimat dan petikan unik yang ditujukan kepada masyarakat agar mereka tergerak untuk mau mengikuti imbauan pemerintah. Ternyata, cara ini efektif untuk membuat warga tetap waspada, tidak panik dan taat dengan kebijakan pemerintah.

Menurut Anda, apa langkah taktikal yang harus dilakukan saat berhadapan dengan krisis?

Pertama dan paling penting, menempatkan rasa simpati dan empati kita kepada masyarakat terdampak. Kedua, bila terdapat kebijakan pemerintah yang sekiranya menimbulkan kontra bagi masyarakat, sampaikan secara jujur dan gamblang maksud dan tujuan kebijakan tersebut kepada masyarakat.

Apa hobi Anda?

Saya hobi nge-jeep. Mungkin karena karakter saya yang suka tantangan. Saya sudah suka balapan sejak masih muda. Awalnya sepeda motor. Sejak SMP saya sudah merakit motor dan mesinnya untuk balapan.

Dari mana belajarnya?

Otodidak karena sering melihat kakak. Saya berasal dari keluarga yang menggemari dunia otomotif. Senang kalau sudah mengotak-atik mesin. Nah, beranjak SMA saya senang mobil. Makin ke sini makin menggila. Ha-ha. Saya jajal semua jenis balap mulai dari rally, sprint rally, slalom test.  

Setelah itu, saya gemar off-road. Hobi yang bertahan lama sampai saat ini. Saya jatuh hati dengan pengalaman berpetualangnya. Mulai dari masuk-keluar hutan, membuka jalur, sampai speed off-road. Sejak 1996, saya dipercaya sebagai Ketua Diponegoro American Jeep, komunitas jeep tertua di Jawa Tengah. Saya juga merupakan pengurus Indonesia Off-road Federation (IOF).

Apa prinsip hidup Anda?

Kalau ingin tujuan akhir hidup kita berada di surga, maka berbuat baiklah kepada semua orang tanpa memandang kelas, usia, ras, agama. Tidak perlu melihat dia orang kaya, berpendidikan, dan lainnya. Saya senang menambah saudara.

Prinsip ini juga saya turunkan kepada anak-anak saya. “Kalau kamu berteman, enggak usah melihat dia siapa dan dari mana. Yang penting, orangnya positif dan membuat kamu menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.”

Apa mimpi yang ingin Anda capai?

Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kalau untuk keluarga, saya ingin menjadi suami dan ayah yang baik bagi istri dan anak-anak. Kalau terkait pekerjaan, saya ingin menjadi yang terbaik dan mampu menjalankan semua pekerjaan yang diamanahkan kepada saya. Do the best(rtn)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI