Denta Handy Widyaranto, ICON PR INDONESIA 2019 – 2020: Panggilan Jiwa
31 January 2020
Aisyah Salsabila
0
Denta Handy Widyaranto, ICON PR INDONESIA 2019 – 2020: Panggilan Jiwa
Menjadi praktisi komunikasi sudah menjadi panggilan jiwa Denta sejak duduk di bangku SMA.
Roni/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Begitulah cerita Media Relations and External Communication PT BRI (Persero) Tbk Denta Handy Widyaranto, peraih ICON PR INDONESIA 2019 - 2020, saat dijumpai jelang puncak acara JAMPIRO #5 di Bali, akhir Oktober 2019. Untuk menggapai mimpinya itu, ia lantas menyusun strategi. “Waktu SMA, aku memilih Jurusan IPS supaya ketika kuliah bisa masuk Jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu universitas negeri yang ada di kotaku,” katanya.

Universitas yang dimaksud adalah Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Ketika kuliah, ia mengambil tiga spesialisasi di antaranya jurnalistik, video, dan kehumasan. Di tengah jalan, ia sempat terpikat untuk menjadi penyiar. Ia pun hijrah ke ibu kota untuk memupuk pengalaman. Di luar dugaan, ternyata jiwanya bukan di dunia pertelevisian.

Denta pun kembali mengejar panggilan jiwanya sebagai PR. Kariernya sebagai humas dimulai di salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia hingga akhirnya berlabuh di BRI hingga sekarang. “BRI ketika itu membuka jalur officer development program (ODP). Saat seleksi akhir wawancara dengan direksi, saya minta ditempatkan di humas,” kata pengagum Najwa Shihab ini seraya mengenang. Keinginannya terpenuhi. Ia bersyukur karena mampu berjalan sesuai mimpi, panggilan jiwa, dan latar belakang ilmu yang dimiliki. Sebab, tak sedikit temannya yang merupakan lulusan Ilmu Komunikasi, justru bekerja di luar ranah PR. 

Selama empat tahun berkarier sebagai PR di BRI, sudah banyak pengalaman terhimpun. Salah satu yang berkesan adalah ketika ia mendampingi direktur utama menerima penghargaan The Best CEO. Momen itu membuka kesempatan bagi Denta untuk bisa lebih dekat dan mengenal pemimpinnya. Lainnya yang tak kalah membanggakan adalah ketika tulisan dan foto yang didiseminasi diterima positif oleh para rekan media, termasuk media besar.

Namun, yang paling tak terlupakan adalah ketika perusahaan berhadapan dengan krisis.  “Pada saat krisis, kita harus menjelaskan upaya yang dilakukan oleh perusahaan agar hal serupa tidak terulang,” kata pria yang saat dijumpai PR INDONESIA sedang menyusun surat edaran pedoman krisis komunikasi. Tujuannya, agar tone pernyataan yang dikeluarkan kantor cabang sama dengan yang dikeluarkan oleh kantor pusat.

Kontribusi

Keikutsertaaan pria 29 tahun ini dalam ajang ICON PR INDONESIA tak terlepas dari peran sang istri. “Dia yang mendorong saya untuk mengikuti pemilihan ICON PR,” kata pria yang sedang menanti kelahiran anak pertamanya ini.

Selain itu, ia juga mengaku sudah tak sabar ingin berkontribusi di dunia PR. Apalagi salah satu tugas ICON PR INDONESIA adalah berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa. “Selain berbagi pengalaman, saya bisa sekaligus memperkenalkan BRI,” ujarnya.

Adapun pesan yang ingin ia sampaikan kelak kepada mahasiswa, para penerus generasi PR, adalah selalu meningkatkan kompetensi agar tak tergerus zaman, menggali wawasan dan pandai menganalisis. Analisis penting dilakukan sebelum humas membuat strategi. “Semua itu dilakukan agar kita bisa memiliki kemampuan yang fleksibel. Maksudnya, bisa mengerjakan pekerjaan yang menjadi tuntutan humas seperti video, foto dan desain,” kata pria yang kerap didapuk sebagai pembawa acara di aktivitas internal BRI itu. (ais/rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI