Tahun 2020, Pemanfaatan Teknologi Analisis Data Makin Mendominasi
30 December 2019
wulinda
0
Tahun 2020, Pemanfaatan Teknologi Analisis Data Makin Mendominasi
Indonesia diprediksi akan semakin piawai menggunakan potensi AI
Dok. APPRI

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Pelaku PR akan memanfaatkan teknologi pengelolaan dan analisis data ini sebagai basis untuk merumuskan strategi yang lebih cerdas, membangun kampanye yang lebih fokus, menyasar kelompok publik secara lebih tepat, dan melalui cara-cara yang lebih kreatif.

Menurut Jojo S. Nugroho, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI), melalui keterangan tertulis yang diterima PR INDONESIA, Senin (23/12/2019), tren yang berlaku saat ini sebenarnya telah mengarah ke skenario kerja yang mencakup cara-cara lintas digital.

USC Annenberg Center for Public Relations melalui 2019 Global Communications Report menyebutkan bahwa ke depannya, teknologi diprediksi akan digunakan lebih banyak oleh humas untuk melakukan social listening, analisa kinerja website dan manajemen media sosial.

Masih berdasarkan riset tersebut, pelibatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pekerjaan komunikasi dan pemasaran di seluruh dunia semakin marak digunakan setahun belakangan ini. “Indonesia diprediksi akan semakin piawai menggunakan potensi AI tersebut untuk menjalankan intelijen bisnis dan pasar, melakukan diseminasi informasi, serta merencanakan marketing PR,” imbuh Jojo.

Konsekuensi dari hal tersebut, ia melanjutkan, adalah semakin terintegrasinya pekerjaan humas dengan pekerjaan pemasaran dan penjualan untuk menjawab tantangan di dua tataran sekaligus, yakni korporasi dan pasar konsumen. Dia meyakini intelijen bisnis yang lebih matang akan membantu perusahaan atau organisasi untuk menempatkan dirinya dengan lebih baik di tengah dinamika isu sosial.

Karena latar belakang itu pula, praktisi humas harus mengembangkan kemampuan menerjemahkan data menjadi strategi dan aksi. Dengan menggunakan AI, humas dapat memberikan masukan terhadap kebijakan, membantu keputusan-keputusan penting yang perlu diambil perusahaan, dan mendorong perubahan perilaku secara lebih tepat. "Hal ini melampaui pembentukan kesadaran dan preferensi yang umumnya menjadi ranah humas selama ini,” katanya.

Meski teknologi data digital semakin dibutuhkan, ia berpendapat, keahlian dan keterampilan dasar kerja humas dalam hal hubungan antarmanusia tetap tidak dapat ditinggalkan. Alat-alat kerja terus berkembang dan menjadikan pekerjaan humas semakin efektif dan efisien, namun kecerdasan dan kebijaksanaan seorang praktisi humas tidak bisa tergantikan oleh teknologi. “Humas adalah salah satu profesi paling dinamis dan seni kehumasan tetaplah harus dipertahankan,” ujarnya tegas.

Jojo juga mengatakan, 2020 merupakan tahun bagi kolaborasi yang lebih erat. Setiap agensi menawarkan sesuatu yang berbeda, tetapi hampir mustahil bagi satu agensi untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal. "Lewat kolaborasi, agensi humas dapat saling mengisi dan mendukung satu sama lain sesuai dengan keahlian bidang masing-masing demi mencapai tujuan klien,”ujarnya.

APPRI juga memprediksikan agensi yang berskala boutique akan semakin diminati karena sifatnya yang fleksibel, adaptif, kreatif, komunikatif dan kompetitif, serta berkualitas dalam merespons kebutuhan klien. (rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI