Nila, GOJEK: Berkolaborasi Membangun Narasi
10 October 2019
Ratna Kartika
0
Nila, GOJEK: Berkolaborasi Membangun Narasi
Perusahaan semakin berkembang, ada kebutuhan yang lebih besar dalam hal membangun reputasi dan storytelling.
Roni/PR Indonesia

Nila Marita - Chief Corporate Affairs GOJEK

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Seperti siang itu, saat Ratna Kartika dari PR INDONESIA menemuinya di kantor GOJEK di Jakarta, Kamis (7/3/2019). Perempuan bertubuh mungil ini akhirnya berhasil memenuhi janjinya untuk melakukan sesi wawancara dan pemotretan, meski hari itu adalah hari libur nasional. Sebenarnya, perempuan lulusan Sastra Perancis, Universitas Indonesia, ini sudah lama menyanggupi permintaan kami. Tapi beberapa kali harus dijadwalkan ulang karena terbentur kesibukan. Terakhir, jadwalnya bentrok karena ia harus terbang ke Bangkok, Thailand, mengawal soft launch GET, platform teknologi yang beroperasi di kota tersebut, yang menawarkan jasa serupa induknya, GOJEK.

Ada banyak cerita yang meluncur dari bibir Nila mulai dari aktivitas hingga tantangan Departemen Corporate Affairs di salah satu perusahaan unicorn kebanggaan Indonesia yang dipimpinnya. Apa saja? Berikut kutipannya.

 

Apa rasanya menjadi bagian dari GOJEK?

Thrilling! Exciting!

 

Apa yang menjadi perhatian utama Anda ketika itu?

Awalnya saya adalah konsultan untuk GOJEK. Baru pada akhir 2017, saya benar-benar menjadi bagian dari keluarga besar GOJEK. Fokus utama saya ketika itu adalah membangun tim Corporate Affairs yang kuat, didukung oleh para profesional berpengalaman di bidangnya, baik di bidang komunikasi, penanganan isu, maupun krisis. Sehingga, departemen ini bisa berjalan dengan kecepatan tinggi. 

Kedua, GOJEK adalah perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat dan banyak melakukan pengembangan baru. Tugas departemen kami adalah membangun narasi yang konsisten sehingga posisi kami sebagai pemain aplikasi yang terdepan di Indonesia menjadi semakin solid. Ketiga, mempersiapkan ekspansi ke beberapa negara.

 

Kami melihat departemen yang Anda pimpin itu sangat kompleks. Apa memang harus begitu? Menurut pendapat Anda?

Ada alasan yang melatarbelakangi hal itu. Sebelumnya, fungsi PR berada di bawah marketing. Namun, dengan semakin berkembangnya GOJEK, perusahaan melihat adanya kebutuhan yang lebih besar dalam hal membangun reputasi dan storytelling. Nah, dibentuklah Corporate Affairs yang tujuannya membangun, menjaga, dan memperkuat reputasi perusahaan melalui narasi yang disampaikan dengan metode storytelling secara konsisten mulai dari level grup sampai kolaborasi dengan berbagai produk dan fungsi. 

Alasan mengapa tim komunikasi yang berada di bawah payung Departemen Corporate Affairs itu banyak sekali karena perusahaan kami ini unik. Saat ini kami menyediakan sekitar 19 layanan di dalam satu aplikasi. Jadi, GOJEK adalah aplikasi yang memiliki platform dengan ekosistem beragam. Masing-masing platform memiliki fungsinya sendiri, tapi dengan satu tujuan: memberikan kemudahan untuk kehidupan masyarakat sehari-hari dalam berbagai aktifitas keseharian yang berbasis transaksi. Sebut saja, kemudahan bertransportasi, jasa pengiriman, pemesanan makanan, tiket, sampai obat, semua ada di sini.

Karena setiap layanan memiliki tim, maka dalam menjalankan tugas dan fungsinya, kami selalu mengedepankan prinsip kolaborasi. Contoh, Corporate Affairs ingin mengangkat cerita mengenai GO-FOOD. Kami selanjutnya berkolaborasi dengan tim GO-FOOD untuk membangun narasi yang akurat, relevan, dan layak disampaikan kepada khalayak.

Kamilah yang bertugas memastikan semua cerita memiliki benang merah, pesan tersampaikan secara konsisten, dan diartikulasikan menjadi narasi yang mudah dipahami oleh masyarakat luas dari berbagai pemangku kepentingan. 

 

Pesan apa yang secara konsisten harus disampaikan perusahaan kepada publik? 

Ada tiga. Pertama, bagaimana inovasi teknologi yang dilahirkan oleh GOJEK bisa memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Kedua, GOJEK selalu menjadi pionir dari sisi inovasi. Ketiga, inovasinya autentik. Maksudnya, lahir dari ide baru dan segar berdasarkan kebutuhan dan bertujuan untuk menjawab atau memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh, sebelum ada GO-FOOD, kita mengalami kesulitan dalam hal memesan makanan. Dengan adanya inovasi teknologi, bukan hanya konsumen yang merasa hidupnya menjadi jauh lebih mudah. Di saat yang sama, melalui teknologi, kita dapat membuka peluang yang sama kepada seluruh pelaku usaha terutama para pelaku UMKM untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Kalau dulu pelaku usaha hanya bisa mengantar produk hingga jarak 100 meter, sekarang bisa sampai sejauh 25 km. Pada akhirnya, aplikasi kami adalah enabler untuk mendapatkan akses yang lebih baik kepada konsumen yang ingin menggunakan jasa mereka. 

 

Saat ini GOJEK gencar melakukan ekspansi. Seperti apa peran Corporate Affairs dalam mengawal komunikasi dan reputasi di negara-negara tersebut?

Setiap melakukan ekspansi, kami selalu melibatkan tim lokal. Kami bangun timnya, termasuk  tim lokal untuk menangani hal yang berkaitan dengan komunikasi. Kami dari kantor pusat membantu mereka mulai dari mempersiapkan tim, narasi, hingga tools seperti profil perusahaan terkait operasi bisnis di negara terkait. Kami juga membantu mereka dalam hal capacity building dalam bentuk pelatihan, pembekalan, arahan, dan berbagi pengalaman. Semua itu kami lakukan agar setiap tim di negara tersebut sudah bisa “lari” saat soft launching sampai launching.

Kami memastikan mereka sudah memiliki narasi dan pesan untuk secara konsisten disampaikan kepada publik. Termasuk nilai tambah yang dapat dirasakan konsumen melalui teknologi yang kami bawa dan kontribusi yang kami berikan kepada negara bersangkutan. Intinya, kami ingin manfaat yang sudah dirasakan oleh jutaan masyarakat di Indonesia bisa dirasakan juga oleh masyarakat di negara-negara lain, khususnya negara tetangga. 

 

Hingga sejauh ini tantangan apa yang Anda hadapi dalam mengawal komunikasi di negara-negara tersebut?  

Setiap negara punya market dan karakter masyarakat yang berbeda-beda. Bersyukur, hingga saat ini kami tidak menghadapi kendala berarti. Komunikasi kami berjalan dengan baik. Mereka juga cukup aktif berkonsultasi dan meminta arahan kepada kami.

Sejauh ini semua tim menjalankan tugas dan fungsinya sesuai nilai-nilai yang dianut perusahaan. Seperti, semangat berkolaborasi dan be a scientist. Sebagai perusahaan teknologi yang semuanya berbasis data, maka setiap program dan analisa yang dijalankan harus berdasarkan data serta fakta.

 

Seperti apa dinamika PR di industri teknologi seperti GOJEK?

Dinamika PR di industri teknologi  2 – 3 kali lebih cepat dibandingkan di luar industri teknologi. Hal ini dikarenakan inti dari perusahaan teknologi itu inovasi. Inovasi yang dilahirkan hari ini akan jauh berkembang dalam tiga sampai enam bulan berikutnya. Mulai dari dampak yang dirasakan, sistem yang jauh lebih baik, hingga jangkauan pengguna yang semakin luas. 

Kita yang berkecimpung di bagian komunikasi ini harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Bahkan, menjadi yang terdepan dalam konteks perencanaan yang akan dikomunikasikan oleh perusahaan dalam waktu dekat. Kami harus menyampaikan dan merencanakan narasi untuk hari ini hingga yang akan kita komunikasikan 3 – 6 bulan mendatang. Sementara kami memiliki sekitar 19 produk/layanan, ditambah lagi tugas membangun komunikasi yang berhubungan dengan korporasi.  

 

Bagaimana cara Anda membangun tim?

Yang pasti kami harus berangkat dari karakter yang sama. Yakni, sama-sama menyukai tantangan, berpengalaman di bidangnya masing-masing, dinamis, dan memiliki passion untuk menjadi bagian dari perubahan. Mengapa demikian? Karena GOJEK itu dinamika atau pace-nya cepat sekali.  

 

Bagaimana cara Anda dan tim menghadapi krisis?

Sebagai perusahaan yang dinamis dan berhubungan dengan multipihak mulai dari konsumen hingga mitra seperti driver, merchant, service provider, sampai business partner, penting bagi kami untuk memiliki kemampuan mengelola krisis secara efektif.

Langkah pertama, jangan reaktif. Pastikan kita mampu melihat duduk perkara secara clear. Kedua, be a scientist. Dalam memecahkan masalah harus berdasarkan data dan fakta, sementara eksekusinya sesuai dengan core value perusahaan. Ketiga, jika kita ingin menyelesaikan krisis secara efektif dan mencapai tujuan, lakukanlah kolaborasi. 

Lagi-lagi saya bersyukur dalam hal mengelola isu dan krisis, semangat antar-departemen di perusahaan kami itu sama: mari kita lakukan bersama dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang sama pula. Mindset ini tidak hanya berlaku saat krisis, tapi juga setiap kali menjalankan program dan inisiatif. 

 

Kompetensi seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang PR “zaman now”, khususnya yang dicari oleh GOJEK?

PR “zaman now” itu harus kompeten. Untuk itu, kami memilih insan-insan kategori top talent. Mereka tidak hanya ahli di bidang komunikasi. Lebih dari itu, mereka harus memiliki passion sebagai bagian dari perubahan, semangat untuk bekerja dalam dinamika yang tinggi, senang mengelola berbagai macam program komunikasi di saat yang sama dan dalam skala yang besar.

Untuk itu, bagi millennials yang ingin menjadi bagian dari perubahan, GOJEK adalah the real exercise.Tempat yang tepat untuk belajar, berkarya dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan banyak orang. 

 

Apa pesan yang selalu Anda tekankan kepada tim?

Kita boleh kerja keras, tapi harus kerja pintar. Dalam bekerja, kita juga harus having fun. Jangan sampai menjadi stres karena nanti malah tidak produktif. Maka dari itu, kami suka melakukan makan siang atau malam bareng. Cara ini terbilang cukup efektif untuk membangun tim agar semakin solid. 

 

Adakah sosok yang Anda kagumi? Tidak harus tokoh PR.

Ada. Oprah Winfrey. Saya mengagumi Oprah karena beberapa hal. Pertama, karena kegigihannya menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. Oprah beberapa kali mengalami kegagalan sebelum bisa mencapai sukses seperti sekarang. Terlebih lagi, dia memiliki kepedulian dan kontribusi yang tinggi terhadap isu-isu masyarakat, terutama yang dihadapi kaum marginal. Kesuksesan yang dicapai Oprah membuktikan bahwa kerja keras, doa, dan komitmen untuk terus berbagi menjadi kunci untuk mencapai mimpinya sekaligus menjadi inspirasi banyak orang di dunia.

 

Apa yang Anda lakukan saat waktu luang?

Saat memiliki waktu luang biasanya saya mendengarkan musik atau hangout bersama teman-teman. Kedua aktivitas itu sudah cukup membuat saya rileks. 

 

Urutkan berdasarkan tingkat kesukaan. Museum-pantai-gunung?

Saya lahir dan besar di kota. Jadi, kalau ada pilihan kota atau desa, apalagi waktunya terbatas, maka saya akan pilih kota. Saya ini petualang kota. Ha-ha-ha. Jadi urutannya, jalan-jalan dulu di kota, setelah itu ke pantai, terakhir ke museum. Saya suka pegunungan, tapi untuk sekadar bersantai atau meditasi. 

 

Apa mimpi yang ingin Anda capai?

Saya sebenarnya tidak memiliki mimpi khusus. Sebab saya termasuk tipe orang yang selalu bersyukur terhadap apa saja yang sudah saya peroleh hari ini. Saya yakini pencapaian tersebut adalah buah dari kerja keras dan komitmen.

Tapi kalau ditanya mimpi apa yang belum kesampaian, pertama, saya ingin punya anak. Jadi, saya harus meluangkan waktu, energi dan fokus ke arah sana. Kedua, saya bersyukur masih memiliki orang tua yang sehat. Maka sebagai anak, apalagi anak tunggal, saya ingin sebisa mungkin dapat membahagiakan mereka.

Ketiga, saat berusia 22 tahun, saya pernah punya cita-cita ingin memiliki sekolah di saat saya memasuki usia 40. Tidak mesti sekolah formal. Paling tidak, saya berkontribusi di bidang pendidikan. Terutama, mengajarkan anak-anak bahasa Inggris.

Keinginan ini tumbuh saat saya magang semasa kuliah sebagai tenaga pengajar di tempat kursus Bahasa Inggris bagi anak-anak usia toddler. Saya sangat menikmati aktivitas itu. Di sisi lain, saya berpikir di tengah dunia yang makin mengglobal ini, bahasa Inggris sudah menjadi kemampuan fundamental yang harus dimiliki setiap orang. Bahkan, bisa membantu karier mereka kelak. Saya adalah bukti nyata. Saya tidak pernah punya pengalaman sekolah di luar negeri, tapi saya belajar bahasa Inggris dari kelas 4 SD. 

 

Apa prinsip hidup Anda?

Kalau berdasarkan pengalaman hidup yang kemudian saya yakini adalah kita tidak boleh gampang menyerah. Sebab, tantangan, masalah, cobaan itu akan selalu ada. Kedua, tidak boleh berpikiran negatif karena negative thinking hanya akan makan pikiran dan menghabiskan energi dengan percuma. Ketiga, bersyukur. Kadang ketika kita dihadapkan oleh suatu masalah, kita terlalu fokus pada masalahnya sehingga tidak bisa melihat hal yang lebih besar.

Dengan bersyukur, hidup kita jadi lebih tenang, bisa terus berjalan, dan bisa lebih berkontribusi. Saya percaya kita dilahirkan di muka bumi ini bukan untuk diri sendiri, tapi orang banyak. Minimal untuk keluarga dan lingkungan sekitar. Keberadaan saya di sini, misalnya, minimal berkontribusi untuk tim, selanjutnya memberikan nilai kepada perusahaan, dan mudah-mudahan untuk ekosistem GOJEK secara keseluruhan. (rtn)

 

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI