Penjurian PRIWOLA 2026: Memimpin Perubahan dengan Komunikasi
PRINDONESIA.CO | Senin, 07/09/2026
Penjurian PRIWOLA 2026: Memimpin Perubahan dengan Komunikasi
Sesi penjurian PRIWOLA 2026
doc/PRINDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Perubahan budaya dan dinamika bisnis yang dinamis menuntut pemimpin komunikasi untuk tidak hanya mampu menyampaikan pesan, tetapi juga memastikan pesan tersebut dipahami dan dihidupi oleh seluruh organisasi. Perspektif itu mengemuka dari sejumlah peserta dalam penjurian PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026, Jumat (4/9/2026).

 yakni dan Mutia Prima dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Team Leader BRI Internal Communication Culture Transformation Group Vira Enjella, misalnya, menjelaskan tentang tema Internalisasi Brilian Way sebagai gambaran bagaimana komunikasi dapat digunakan untuk menanamkan budaya kerja baru kepada lebih dari 128 ribu pekerja BRI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dijelaskan bahwa pada pertengahan 2025, BRI memperkenalkan budaya kerja baru yang disesuaikan dengan tantangan bisnis dan kondisi perusahaan. Budaya tersebut bertumpu pada lima nilai, yakni integrity, collaboration, accountability, growth mindset, dan customer focused.

Tantangannya, kata Vira, bukan sekadar memperkenalkan kelima nilai tersebut, tetapi juga bagaimana memastikan 128.667 pekerja memiliki pemahaman dan menghidupi nilai itu dalam keseharian. “Kami tidak bisa hanya melakukan komunikasi satu arah atau satu kali. Ada empat fase, yaitu awareness, understanding, acceptance, dan ownership,” jelasnya kepada dewan juri.

Keempat fase tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai materi, kanal, dan momentum komunikasi. Internalisasi Brilian Way diawali dengan kick-off yang melibatkan jajaran direksi di 18 region. Pesan budaya kemudian diperkuat melalui berbagai touchpoint, mulai dari totem, banner, kampanye di Instagram dan TikTok BRI, hingga buletin mingguan dan bulanan melalui media internal.

Menurut Vira, budaya tidak akan kuat jika hanya disuarakan oleh korporasi. Karena itu, BRI turut melibatkan internal influencer untuk membagikan cerita dan pengalaman mereka dalam menerapkan Brilian Way. Pendekatan tersebut membuat pesan budaya tidak berhenti sebagai komunikasi korporasi, tetapi hadir melalui pengalaman nyata pekerja. “Efektivitas komunikasi pun diukur secara berkala, terutama pada tingkat awareness. Hasil pengukuran tersebut kemudian menjadi dasar untuk mengevaluasi nilai mana yang masih membutuhkan penguatan melalui strategi komunikasi berikutnya,” imbuhnya.

Dalam sesi tanya jawab, Strategic Business Director PR INDONESIA Ainul Yaqin yang duduk di bangku juri menyoroti tantangan menjaga konsistensi pesan dari kantor pusat hingga unit kerja paling bawah, termasuk potensi distorsi komunikasi dalam organisasi sebesar BRI. Vira menjelaskan, BRI memiliki change agent dan change agent coordinator di setiap unit kerja sebagai perpanjangan tangan komunikasi. Mereka menjadi narahubung informasi Brilian Way bagi sekitar 10–15 pekerja di unit masing-masing. “Untuk menjaga keselarasan pemahaman, komunikasi dilakukan secara berlapis dan para change agent mendapat pembekalan serta pembaruan informasi secara berkala,” ucapnya mantap.

Kualitas “Decision Making”

Berbeda dengan pendekatan Vira yang berfokus pada internalisasi budaya, Mutia Prima, pemimpin komunikasi Advisor Investor Relations di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), membawa perspektif Lead with Impact, Inspire with Communication. Dengan pengalaman lebih dari 23 tahun di bidang public relations (PR) dan stakeholder relations, Mutia memandang komunikasi sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan strategis.

PGN sendiri memiliki peran dalam mengelola infrastruktur gas, termasuk jaringan pipa gasuntuk rumah tangga dan fasilitas pengisian bahan bakar gas. Dalam konteks bisnis tersebut, komunikasi tidak cukup hanya berbicara mengenai publikasi. Tetapi terkait juga dengan judgement mulai dari apa yang perlu disampaikan, kapan harus disampaikan, kepada siapa, seberapa jauh, dan apa konsekuensinya bagi stakeholder.

Cara pandang tersebut menjadi dasar kepemimpinan Mutia dalam memastikan komunikasi PGN dapat bekerja dalam dua kondisi. “Pada situasi normal, komunikasi diarahkan untuk membangun pemahaman dan reputasi. Sementara ketika menghadapi krisis, komunikasi harus mampu bergerak cepat, terorganisasi, dan tetap mempertimbangkan tekanan tinggi, kebijakan, layanan, serta kepentingan berbagai pemangku kepentingan,” jelasnya.

Dalam memimpin fungsi Corporate Communication, Mutia terbiasa membaca isu melalui dua sisi yaitu realitas yang dihadapi perusahaan dan ekspektasi para pemangku kepentingan. Dari sana, kontribusi komunikasi tidak berhenti pada kualitas pesan, tetapi juga pada kualitas decision making.

Untuk itu, ia mendorong agar tim komunikasi tidak terjebak hanya pada aktivitas menulis atau membuat kampanye. Lebih dari itu, tim perlu memiliki kemampuan judgement untuk membaca konteks bisnis dan risiko, menentukan kapan perusahaan perlu berbicara, kapan perlu menahan diri, serta kapan sebuah keputusan harus dieskalasikan. “Bagi saya, trust lahir dari komunikasi yang konsisten dengan tindakan,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Ainul kembali menggali tantangan utama yang dihadapi Mutia selama hampir dua tahun memimpin fungsi Corporate Communication PGN. Menjawab hal tersebut, salah satu tantangan yang ia soroti adalah persepsi terhadap fungsi komunikasi sebagai business enabler. Di masa lalu, katanya, anggaran komunikasi masih kerap dipandang sebagai expense karena kontribusinya terhadap bottom line tidak selalu terlihat secara langsung.

Namun, dalam konteks kekinian, tandasnya, pemahaman tersebut mulai bergeser seiring komunikasi mampu menunjukkan dampak yang dihasilkan bagi bisnis dan reputasi perusahaan. “Hubungan dengan beragam pemangku kepentingan pun pada akhirnya bermuara pada berbagai kanal komunikasi, termasuk media, yang dapat memengaruhi persepsi investor hingga loyalitas terhadap perusahaan,” tutupnya. (Evira Anyelia)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI