PLN UID Sulselrabar Lakukan Penataan Ulang Strategi Komunikasi
PRINDONESIA.CO | Rabu, 28/01/2026
PLN UID Sulselrabar Lakukan Penataan Ulang Strategi Komunikasi
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) tengah melakukan evaluasi komprehensif terhadap strategi komunikasi publik
doc/antara

MAKASSAR, PRINDONESIA.CO –  PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) tengah melakukan evaluasi komprehensif terhadap strategi komunikasi publik sebagai bagian dari langkah perbaikan layanan, termasuk layanan di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Langkah ini menandai upaya strategis PLN dalam meningkatkan efektivitas komunikasi perusahaan di tengah perubahan pola konsumsi media masyarakat yang dinamis.

Dijelaskan oleh Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto, evaluasi yang melibatkan ribuan responden tidak hanya dilakukan dengan survei kuantitatif, tetapi juga data kualitatif melalui focus group discussion (FGD) yang digelar di beberapa kota termasuk kota Makassar. “FGD yang digelar bertujuan mengevaluasi hasil kerja komunikasi selama setahun terakhir dan merumuskan arah perbaikan komunikasi perusahaan ke depan,” ucapnya dikutip dari ANTARA News, Selasa (27/1/2026).

Secara kuantitas, lanjut Adi, pihaknya sejatinya sudah mendapatkan banyak masukan dari kuesioner. Namun, FGD dipandang penting dalam konteks kualitas karena melibatkan penggalian informasi secara mendalam dan memastikan data yang diperoleh valid.

Merangkai Narasi

Adaupun melalui FGD tersebut, PLN berhasil menyingkap perubahan penting terkait perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Menurut Adi, sebelumnya media massa dan televisi menjadi kanal utama, kini grup percakapan seperti WhatsApp muncul sebagai sumber informasi tercepat dan paling sering diakses oleh masyarakat. “Ini menjadi koreksi penting bagi kami agar konten yang disiapkan lebih ringan, mudah dipahami, dan cepat diterima,” jelasnya.

Lebih jauh, PLN memandang tantangan komunikasi ke depan tidak lagi sebatas memperluas jangkauan pesan, tetapi juga kemampuan menyampaikan substansi informasi secara jelas, akurat, dan dapat membangun perubahan perilaku publik. Dalam konteks ini, kata Adi, pihaknya berpegang teguh pada narasi yang berasal dari sumber resmi PLN sehingga masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang benar dan terpercaya di tengah terpaan maraknya hoaks dan misinformasi.

Apa yang disampaikan Adi selaras dengan pandangan Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin yang menyoroti menguatnya disinformasi dan era post-truth. Menurut Arif, praktisi PR kini tidak lagi cukup mengandalkan narasi yang rasional dan informatif, tetapi juga harus memahami bagaimana audiens memproses informasi secara psikologis. “Praktisi PR modern dituntut untuk memahami psikologi audiens, membaca pola komunikasi media, hingga merancang narasi yang mampu menembus lapisan kritis dan membentuk kepercayaan bertahap,” jelasnya dalam majalah PR INDONESIA edisi 115 Juli-Agustus 2025.

Merujuk kepada pandangan Arif di atas, evaluasi strategi komunikasi yang dilakukan PLN berpotensi menjadi lebih kuat apabila tidak hanya berfokus pada kejelasan dan keakuratan informasi, tetapi juga pada pendekatan psikologis audiens sehingga strategi komunikasi yang dihasilkan dapat berdampak. (EDA)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI