Masyarakat Berdaya, Masyarakat Sejahtera
21 May 2020
Aisyah Salsabila
0
Masyarakat Berdaya, Masyarakat Sejahtera
Adanya pelatihan dan program yang terencana mampu meyakinkan masyarakat bahwa program ini mampu diandalkan sebagai alternatif sumber penghasilan.
Dok.Istimewa

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Ya, pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan ini dapat berakibat mengurangi jumlah oksigen dalam air, perairan menjadi dangkal, jumlah air di sungai berkurang, lalu lintas perairan pun terganggu. Yang terburuk, menjadi faktor penyebab timbulnya penyakit. 

PT Pupuk Kujang prihatin akan kondisi tersebut. Mereka sadar pertumbuhan eceng gondok harus bisa dikendalikan. Namun, perlu andil masyarakat. Yang pasti, apa pun programnya harus memberi manfaat bagi masyarakat. Lahirlah kemudian komunitas perajin eceng gondok yang diberi nama “Putri Putra Eceng Walahar”. 

“Komunitas ini memiliki tekad menyulap keberadaan eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sampah dan mencemari sungai menjadi kerajinan tangan menarik dan bernilai tinggi. Mulai dari tas, tempat tisu, dan lainnya,” ujar Ervi Bukti Bakti, Manager Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), saat tampil di hadapan tiga dewan juri PR INDONESIA Awards (PRIA) 2020 Kategori CSR di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Perusahaan yang bergerak di industri kimia dan pendukung pertanian ini berkomitmen mendukung kegiatan operasional komunitas pengrajin ini. Antara lain, memberikan bantuan berupa mesin pengering, mesin press, mesin jahit, mesin obras, serta melakukan pendampingan program.

Implementasi program dilakukan secara bertahap selama lima tahun berturut-turut. Diawali dari penambahan modal usaha dan alat kerja di tahun pertama, diikuti dengan meningkatkan keterampilan tambahan di tahun kedua, lalu diversifikasi produk pada tahun ketiga. 

Memasuki tahun keempat, Pupuk Kujang mendorong perluasan jaringan pemasaran produk. Tahun kelima, masuk tahap pembuatan koperasi dan forum. “Kami menyasar masyarakat rentan di Desa Walahar dengan mempertimbangkan faktor sosial, lingkungan serta ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Perubahan
Target yang ingin dicapai, tentu saja membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Contoh, wilayah yang semula marak hiburan malam, preman, pemadat, hingga ketergantungan terhadap industri lokal, berangsung-angsur mulai berkurang. 

Adanya pelatihan dan program yang terencana mampu meyakinkan masyarakat bahwa program ini mampu diandalkan sebagai alternatif sumber penghasilan, membuka lapangan pekerjaan baru, terapi dan rehabilitasi, serta menekan populasi eceng gondok lalu mengubahnya menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi, bahkan hingga menembus pasar ekspor.  

Dari program ini, tercatat ada 86 penerima manfaat yang kini mampu meraup pendapatan sebesar 2,5 juta per orang. “Selain mampu meningkatkan kesejahteraan, program dan pelatihan ini turut berkontribusi mengurangi tingkat kriminalitas dan penyakit di masyarakat,” tutupnya. (ais)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI