Yado Yarismano, VP Corporate Communication Angkasa Pura (AP) II - Belajar dari Para Mentor
PRINDONESIA.CO | Jumat, 03/04/2020
Yado Yarismano, VP Corporate Communication Angkasa Pura (AP) II - Belajar dari Para Mentor
Yado yang awalnya merupakan Manajer Humas mendapat amanah sebagai VP Corporate Communication
Mellisa/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Yado Yarismano, VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero), adalah satu dari sekian banyak praktisi public relations (PR) yang bukan dari latar belakang Ilmu Komunikasi. Ia merupakan lulusan S1 Teknik Informatika dari Institut Teknologi Indonesia, kemudian melanjutkan studi S2 Magister Manajemen di Universitas Indonesia.

Ia bergabung di AP II tak lama setelah lulus S1 tahun 2003. Ketika itu, ayah dari tiga anak ini ditempatkan sesuai keilmuannya, IT. Tahun 2015, ia direkrut bergabung di tim marketing. Enam bulan berselang, ia ditarik ke tim humas.  

Oktober 2017 jadi puncak transformasi PR di perusahaan yang sedang membangun corporate image sebagai The Leading Indonesia’s Airport Company tersebut. Tepat setahun memimpin AP II, Direktur Utama Muhammad Awaluddin melihat sudah waktunya PR mendapat posisi yang strategis. Apalagi perusahaan pelat merah ini sedang gencar melakukan banyak terobosan dan inovasi. Sang pemimpin meyakini mimpi yang sudah dirancang bakal sulit tercapai tanpa strategi komunikasi yang baik.

Keberadaan humas dinaikkan derajatnya menjadi Corporate Communication. Yado yang awalnya merupakan Manajer Humas mendapat amanah sebagai VP Corporate Communication. Meski bukan tugas yang mudah, ia menerima tantangan itu. “Challenge accepted! Saya akan jalankan,” kata pria yang dijumpai PR INDONESIA di kantornya, Kota Tangerang, Selasa (4/2/2020), itu mantap.

Fokus utama Yado ketika itu bukan eksternal, melainkan pembenahan di dalam. Ia memastikan timnya memiliki SOP komunikasi saat krisis dan SK tentang juru bicara (spokesperson). Selanjutnya, baru membenahi brand guideline.

Menurut Yado, dua hal yang pertama tadi penting karena latar belakang industrinya yang rentan krisis. Pun dengan keberadaan SK. Hal ini dikarenakan AP II mengelola banyak bandara di berbagai wilayah. Perlu ada juru bicara. Mereka adalah pimpinan cabang. Agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai juru bicara, para pimpinan cabang dibekali dengan pelatihan dan pembekalan mengenai public speaking.

Tatanan struktur organisasi tak luput jadi perhatian. Corcomm yang awalnya terdiri dari tiga menjadi dua fungsi. Yakni, PR and Investor Relations dan Corporate Office Support.

Seimbang

Pria yang berprinsip do your best, let God do the rest ini mengaku pencapaian Corcomm AP II hingga sejauh ini tak lain karena peran dari para mentor. Khususnya, Dirut AP II M Awaluddin dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Dari mereka, kami belajar mulai dari public speaking—terutama saat berkomunikasi dengan publik, mengatasi krisis, hingga membangun dan mengelola jejaring,” kata Yado.

Meski aktivitasnya terbilang padat, Yado selalu menekankan pentingnya menjaga work-life balance. “Jangan kerja keras terus, nanti fisik dan mental malah nge-drop. Lakukan refreshing, manfaatkan cuti,” ujar pria yang hobi bersepeda ini.  Selain itu, ia juga kerap mendorong timnya untuk meruntuhkan sekat yang menghambat kelancaran berkomunikasi. “Kita ini bekerja di unit yang namanya komunikasi. Jangan sampai komunikasi di dalam tim sendiri tidak lancar,” katanya.

Komunikasi yang baik diyakini akan melahirkan tim yang solid. Karena, sudah terbangun trust di antara sesama anggota. “Ketika trust sudah terbangun, perfoma kita akan meningkat signifikan,” ujar Yado yang memiliki misi mendorong Corcomm AP II makin maju dan dikenal di kalangan humas se-Indonesia. (rvh/rtn)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI