Rita Nurlita, PR INDONESIA Fellowship Program 2018 - 2019: Berkah Menulis
27 September 2019
Aisyah Salsabila
0
Rita Nurlita, PR INDONESIA Fellowship Program 2018 - 2019: Berkah Menulis
Semua prestasi yang Rita peroleh berawal dari hobi menulis.
Dok.Diskominfo Kota Depok

DEPOK, PRINDONESIA.CO –  Inilah Rita Nurlita, peraih PR INDONESIA Fellowship Pogram 2018-2019. Perempuan asal Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tersebut tercatat sebagai ASN Berprestasi Tingkat Kota Depok  2017. Dari sini, Pranata Humas di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok itu mewakili daerahnya melenggang ke tingkat Provinsi Jawa Barat, dan keluar sebagai juara kedua.

Ketua Bidang Riset Kehumasan IPRAHUMAS ini juga merupakan salah satu warga Indonesia yang mendapat  undangan dari UNESCO dan Google Asia-Pasifik untuk menghadiri Conference on Digital Citizenship Education in Asia- Pacific di Bangkok, Thailand, tahun 2017. Menariknya, semua prestasi itu ia peroleh dari hobinya menulis. Kegemarannya ini sudah terasah sejak menjadi ketua Mading saat SMA.

Titik balik terjadi saat perempuan yang sedang menempuh pendidikan Jurusan Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Mercu Buana itu meluncurkan buku “Terjebak di Dunia Maya”. Novel yang dikemas ringan itu bertujuan untuk mengajak anak-anak menggunakan internet yang sehat dengan cara menyenangkan. Buku tersebut ditulis berdasarkan pengalaman di lapangan dan kekhawatirannya sebagai ibu dari dua anak terhadap bahaya digital.

Dorongan menulis buku bertema literasi digital ini tumbuh saat ia menjadi staf pelaksana Seksi Kemitraan Diskominfo Kota Depok. Saat itu, Rita yang baru hijrah dari Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendapat tugas mengelola komunitas di Kota Depok. Ia juga mendapat amanat menyukseskan Sosialiasi Internet, program rutin yang diselenggarakan Pemkot tiap dua kali  dalam setahun. Sejak itulah perempuan yang identik dengan sebutan “Ibu komunitas” ini bertemu dengan banyak orang tua yang memiliki kekhawatiran serupa, narasumber kompeten, hingga informasi-informasi yang mendukung materi bukunya.

Tunggu Momentum

Tadinya, pemilik akun YouTube Teh Rita ini sempat pesimis karena buku setebal 128 halaman yang ditulis hanya dalam kurun waktu sebulan itu sempat mengendap di tangan penerbit selama dua tahun, sebelum akhirnya dirilis tahun 2015. Ternyata Tuhan punya rencana lain. Buku itu terbit di saat yang tepat. Kebutuhan terhadap literasi digital sudah sangat mendesak.

Alhasil, banyak media yang meliput, masyarakat menyambut antusias. Rita tiba-tiba populer dan kerap diundang sebagai pembicara. Padahal perempuan yang pernah menjadi peneliti etnografi untuk mencegah HIV/AIDS ini dikenal mudah demam panggung. Beruntung suami selalu menguatkan. Di luar dugaan, ia mendapat kesempatan beraudiensi dengan Menteri Kominfo Rudiantara. Tak ingin kehilangan momentum, Pemkot Depok melalui Kepala Diskominfo mendorong Rita mengembangkan literasi digital di kota ini. Ia juga didapuk sebagai penanggung jawab Mobile Community Access Point (MCAP), fasilitas layanan bergerak bagi masyarakat yang menyediakan akses informasi dan pengetahuan berbasis internet.

Program yang mengharuskan Rita berkeliling dari sekolah ke sekolah itu melahirkan ide berdirinya Komunitas Internet Sahabat Anak Muda (Kisa Muda). Sebelumnya, Rita telah mendirikan komunitas Keluarga Digital Indonesia (Kugi) khusus orangtua dan Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA) khusus anak. Jangkauan bijak berinternet pun meluas. Puncaknya, mendorong Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Rita terpilih menjadi tim riset. Saat ini, kampanye literasi digital lebih diarahkan kepada manfaat digitalisasi. Misal, menjadi konten kreatif.

Dari pengalamannya ini, perempuan yang pernah menjadi reporter itu getol memotivasi rekan-rekan pranata humas agar semangat menulis dan tak menyia-nyiakan posisi mereka yang strategis. “Pranata humas tak cuma harus menyampaikan pesan kebijakan pemerintah, namun juga bisa mengumpulkan informasi, membuat strategi komunikasi, memberikan rekomendasi kepada pimpinan, hingga mempromosikannya,” imbuh Rita yang gemar melakukan “napak tilas” ke lokasi-lokasi yang ada di dalam buku yang pernah ia baca. ais/rtn

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI