Kiat Menjadi “Data-Driven PR”
PRINDONESIA.CO | Rabu, 05/08/2020
Kiat Menjadi “Data-Driven PR”
Bekerja dengan data
Dok. Istimewa

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Menurut founder Kazee Digital Indonesia Ariya Sanjaya, data-driven adalah cara bekerja dengan menggunakan data sebagai acuan. Tujuannya, selain untuk pengukuran dan komunikasi, juga untuk membuat keputusan dan tujuan strategis seperti menurunkan harga, mempertahankan talenta, dan meningkatkan penjualan. “Peran PR meluaskan cakupan media yang secara tidak langsung mendukung penjualan,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara workshop PR INDONESIA bertajuk “Data-Driven PR”, Kamis (30/7/2020).

Nah, lanjut Ariya, data audiens bisa diperoleh dari customer journey. Yakni, perjalanan seorang customer saat berinteraksi dengan brand. Setiap tahapan dari interaksi ini dapat menghasilkan data.

Adapun beberapa data penting untuk PR adalah data lead, data target audiens, ulasan produk, keluhan pelanggan, interaksi dan perilaku pelanggan, brand mention, executive mention, data tren industri, data media coverange, PR value, dan data interaksi.

Ariya mengurainya satu per satu. Pelacakan atau tracking data lead sangat dibutuhkan untuk mengetahui kegiatan PR yang paling berpengaruh. Untuk menelusuri data lead, PR dapat menggunakan data pada Google Analytics atau Customer Relationship Management.

Sementara untuk data target audiens bisa diperoleh dari kanal interaksi seperti e-mail, telepon, penjualan, maupun data eksternal dengan menggunakan Google dan Facebook. Target audiens juga dapat dilihat melalui Google Keyword yang dapat mencocokkan kata kunci penelusuran yang dapat memicu munculnya iklan sebuah brand.

Adapun data ulasan produk dan pelanggan (product and customer review) umumnya bisa diperoleh dari media sosial, marketplace dan situs yang khusus membahas ulasan dari para pelanggan/pengguna seperti Zomato dan Google.

Lainnya, data keluhan dan sentimen pelanggan (customer complaint and sentiment). Bagi PR, data sentimen bermanfaat untuk mendeteksi secara cepat sentimen negatif yang dapat merusak citra brand. Sementara sentimen positif digunakan ketika membuat kalimat kutipan (quote) dan rujukan (referral) dari pelanggan lain.

Data executive mention adalah data dari tokoh publik yang pernah menyebutkan brand atau perusahaan kita. Adalagi data tren industri dan kompetitor yang bertujuan untuk mengetahui kondisi ekonomi, politik, maupun sosial.

Sementara data media coverage bertujuan untuk mengetahui jumlah media yang menayangkan berita tentang kita, berikut sentimennya. Data lain yang diperlukan, PR value untuk mengukur nilai berita jika dikonversi ke biaya iklan. Kemudian, data interaksi di media sosial yang memuat brand kita. Tujuannya, untuk melihat tanggapan dari warganet ketika, misalnya, ada cuitan di Twitter mengenai brand kita. 

Gratis

Untuk mendukung pengumpulan data dan menentukan kampanye selanjutnya, praktisi PR dapat menggunakan tools gratis. Salah satunya, memanfaatkan Social Blade untuk melakukan evaluasi kampanye sebelumnya.

Digital strategist and Marketing Kazee Digital Indonesia Ane Sovia Nuriani memberi contoh. “Pada tanggal 20 Juli, jumlah pengikut atau follower Instagram brand kita naik drastis. Dari sana, kita bisa lihat kampanye yang kita unggah di tanggal tersebut. Sehingga, kampanye tersebut bisa menjadi acuan kita ketika akan membuat kampanye selanjutnya,” ujarnya.

Tools lain, Rival.iq. Keberadaannya, selain untuk komparasi, kompetitor bisa dijadikan tolok ukur dalam pembuatan kampanye. “Dengan didukung tools tersebut, kinerja PR akan lebih mumpuni,” imbuh Ane.  

Meski begitu, pastikan selalu mengedepankan sisi humanis baik saat membuat biodata di profil akun maupun ketika membalas setiap informasi yang diunggah di media sosial. Sehingga, pengikut/followers merasa berinteraksi dengan akun pribadi, bukan bot. Tak kala penting, rangkul karyawan dan audiens yang mendukung brand kita. Serta, pastikan kita mampu memosisikan brand sebagai penerima, bukan pemberi. “Maksudnya, menyampaikan apa yang dibutuhkan audiens,” tutupnya. (rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI