Humas Bintang Lima
PRINDONESIA.CO | Jumat, 31/07/2020
Humas Bintang Lima
Apakah mungkin rating bisa diaplikasikan kepada humas?
Dok. Istimewa

Oleh: Thoriq Ramadani, Pranata Humas Pertama, Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penulis Buku SIAPA Humas? Mengenal Ujung Tombak Komunikasi  

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Ide pemberian rating bintang pada layanan pengemudi berbasis aplikasi membuat saya menjadi bertanya-tanya. Apa mungkin rating semacam itu bisa diaplikasikan ke humas? Apa mitra kerja humas juga bisa memberikan rating?

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya sebenarnya sudah mengulasnya secara khusus di buku SIAPA HUMAS? Mengenal Ujung Tombak Komunikasi. Ulasan itu dapat ditemukan di Bab III, “Gaya Kerja Humas”. Dalam bab tersebut, saya mengupas cara-cara menjadi humas bintang lima. Namun ada baiknya saya juga mengurainya di sini, khusus pembaca PR INDONESIA. 

Pertama, sebagai humas, penting untuk memberikan informasi yang cepat, valid, dan terkonfirmasi. Cepat itu utama, tapi perlu data yang valid atau benar-benar betul, baik itu data maupun sumbernya. Juga, perlu pihak berwenang yang melakukan konfirmasi atas data-data tersebut.

Kedua, selain informasi yang diberikan cepat, valid, dan terkonfirmasi, humas wajib menjaga hubungan baik. Hubungan baik dengan para stakeholder, seperti pimpinan, rekan kerja, wartawan, korporasi, event organizer, desainer grafis, akademisi, masyarakat, dan banyak lagi yang memang sering berhubungan dengan humas. Dengan hubungan baik, kerja sama dalam setiap pekerjaan, niscaya juga akan baik.

Ketiga, ikuti organisasi profesi. Profesi humas di Indonesia banyak memiliki organisasi profesi, sebut saja Ikatan Pranata Humas Indonesia atau IPRAHUMAS, organisasi profesi bagi Pranata Humas instansi pemerintah. Selain itu, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia atau PERHUMAS, organisasi profesi bagi para praktisi humas dan komunikasi Indonesia. Berjejaring dengan rekan satu profesi yang berkecimpung dalam bidang yang sama, dapat menambah pengetahuan baru yang dapat diterapkan di tempat kerja. Selain itu, dapat menambah relasi untuk memperkuat jaringan, dan semakin terbukanya kesempatan kerja sama.

Keempat, teruslah belajar. Belajar membuat humas semakin memahami apa yang dibutuhkan. Membuka cakrawala pengetahuan seluas-luasnya dan menjadikan humas lebih membumi. Belajar memberikan humas nilai lebih dan terus mengasah diri dalam menghadapi perkembangan zaman.

 

Ikut Kompetisi

Kelima, terima tantangan melalui kompetisi. Untuk mengukur kemampuan sebagai humas, dapat mengikuti berbagai kompetisi. Kompetisi sebagai perbandingan dengan rekan-rekan humas yang lain dan alat untuk instropeksi diri, sudah sejauh mana saat ini. Kompetisi juga sebagai barometer prestasi untuk pencapaian bagi diri sendiri dan organisasi tentunya.

Dengan upaya-upaya di atas, mulai dari memberikan informasi yang cepat, valid, dan terkonfirmasi, menjaga hubungan baik dengan stakeholder, mengkuti organisasi profesi, terus belajar, dan menerima tantangan melalui kompetisi, besar harapan humas akan mendapatkan rating bintang lima dari para stakeholder. Insya Allah.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI