Membangun Negeri dari Kampus
31 Oktober 2017
Ratna Kartika
0
Membangun Negeri dari Kampus
BUMN ajak pemuda bangun negeri.
Dok. PTSI

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Kepada civitas akademika, mereka berbicara tentang  peran strategis BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional. Dari mereka pula, BUMN meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan kondisi perekonomian nasional dan peran BUMN, serta meningkatkan link and match antara BUMN dengan perguruan tinggi. “Kami memandang civitas akademika memegang peranan penting. Di sana berkumpul generasi muda yang diharapkan mampu mengubah bangsa Indonesia menjadi  lebih baik, adil, makmur dan sejahtera,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

Seperti kata  Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro saat berbicara di hadapan mahasiswa Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang, NTT, bertema "Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan". Pada dasarnya, selama 72 tahun sejak Indonesia merdeka, BUMN hadir untuk menjawab tantangan negeri, mulai dari peningkatan konektivitas, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi keuangan, akses permodalan untuk usaha mikro, kecil dan menengah, hingga perluasan usaha sampai ke pelosok negeri. ”Selama tiga tahun terakhir ini, kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan kualitas hasil yang terus membaik. Pertumbuhan ekonomi semakin meningkat di atas lima persen atau nomor tiga terbesar diantara negara-negara G20,” katanya.  

PT Biro Klasifikasi Indonesia yang hadir di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), misalnya. Sebagai BUMN jasa klasifikasi survei berpartisipasi memperkuat setiap lini kebijakan pemerintah, terutama sektor maritim. Sementara dalam tiga tahun terakhir, PT Angkasa Pura II (Persero) telah melakukan pengembangan signifikan yang mengedepankan konsep Smart Airport mulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Bandara Silangit di Siborong-borong yang bulan ini mulai melayani penerbangan internasional.

Menurut Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (PTSI) M. Arif Zainuddin yang berkesempatan berbicara di hadapan mahasiswa UNDANA, bukan perkara mudah menjawab semua tantangan itu. Ia mencatat setidaknya ada lima tantangan yang dimaksud, antara lain pembangunan belum merata, ketahanan energi dan pangan Indonesia masih sangat tergantung kepada impor migas dan pangan untuk masyarakat Indonesia sendiri, bahan baku infrastruktur dan industri dasar umumnya impor, belum meratanya akses layanan keuangan, rendahnya kualitas sumberdaya manusia.  

Nah, kata Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Arief Mulyadi, inilah kesempatan para pemuda untuk berpikir lebih kreatif, inovatif dan bergerak cepat bersama-sama membangun Indonesia dengan ilmu dan keterampilan yang mereka miliki. “Kita bersama-sama memajukan bangsa,” katanya di hadapan mahasiswa UINSU.

Di hari yang sama, para BUMN memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan sejumlah aksi tangung jawab sosial seperti penanaman pohon oleh PTSI, bantuan pendidikan untuk sembilan mahasiswa tingkat akhir Universitas Lampung dari PT Bio Farma (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta PT ASDP (Persero), dan masih banyak lagi. rtn

 

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST