Digitalisasi Warung Tradisional
16 Januari 2019
rizka
0
Digitalisasi Warung Tradisional
Kembangkan mitra yang bergerak di usaha warung agar naik kelas.
Dok. Bukalapak

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Sebagai bentuk komitmen mengembangkan pelaku usaha mikro, Bukalapak menggandeng Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan RI dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, meluncurkan Program Digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro. Acara ini berlangsung di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/12/2018).


Program yang dikenal dengan nama UMi (Ultra Mikro) ini ditujukan bagi ratusan ribu mitra Bukalapak yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui program ini, mereka bisa mendapatkan fasilitas dan akses permodalan untuk mengembangkan usaha. Saat ini, pinjaman UMi yang sudah diberikan oleh mitra Bukalapak adalah bergerak di usaha warung. Khususnya, digunakan untuk memenuhi kebutuhan warung seperti sembako dan lainnya melalui aplikasi. Modal tersebut juga dapat digunakan untuk melayani masyarakat yang ingin melakukan pembayaran tagihan BPJS, PDAM, PLN, dan sebagainya. Terobosan ini tentu menarik mengingat keberadaan warung tradisional selama ini makin tergerus dengan semakin menjamurnya minimarket.


Menurut co-founder dan Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid, langkah ini adalah wujud perusahaan menaikkelaskan warung-warung di Indonesia. “Memberdayakan masyarakat dari akar rumput adalah misi kami. Kami ingin melalui pemanfaatan teknologi, usaha-usaha mikro seperti mereka juga dapat berkembang dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya,” ujarnya. (rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI