PR MEET UP #18: Bermedia Sosial, Ibarat Hidup Bertetangga (Bag. 2 - Selesai)
04 November 2018
aisyah
0
PR MEET UP #18: Bermedia Sosial,  Ibarat Hidup Bertetangga (Bag. 2 - Selesai)
Apa pun bentuk medianya, yang penting isi pesannya
Dok. PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Makin banyak instansi/korporasi yang memaksimalkan fungsi media sosial sebagai salah satu cara mereka berkomunikasi dengan audiensnya. Tak ada yang salah dengan upaya itu. Namun,  co-founder Fabulo PR Avianto Nugroho menggarisbawahi: apa pun bentuk medianya, yang penting isi pesannya. "Di sinilah tantangan public relations (PR)," katanya saat menjadi pembicara di acara PR Meet Up #18 yang mengangkat tema “Simplifikasi Pesan Melalui Audio Visual Kreatif” di Tangerang, Sabtu (3/11/2018).

Praktisi PR dituntut mampu untuk mengemas isi pesan agar dapat diterima dengan baik oleh audiens mereka. Salah satu caranya adalah mengolah pesan dalam konten audio visual.

Selanjutnya, mampu menciptakan konektivitas. "Media sosial itu ibaratnya kehidupan bertetangga. Apakah kita dalam bermedia sosial ingin menjadi tetangga yang sering ngobrol dengan tetangga lain, atau sekadar kenal tetapi jarang berkomunikasi?" kata Avianto seraya bertanya. Ingat, fungsi utama media sosial adalah untuk bersosialisasi.

Konektivitas juga dapat dibangun lewat kemampuan memproduksi konten video yang menggugah emosi. "Konten tak melulu harus relevan dengan audiens, tapi ada unsur ketertarikan atau menginspirasi. Inilah yang bisa menjadi daya tarik orang untuk melihat," ujarnya seraya menyebut iklan asal Thailand yang dikenal ahli "mempermainkan" emosi penonton.

Lainnya yang jadi perhatian adalah media beserta formatnya. Yang mengandung arti, setiap media sosial memiliki format dan aturan main masing-masing. Cobalah untuk membuat konten yang berbeda di tiap platform di media sosial. Misal, video dengan durasi satu menit, di Intagram bisa untuk memuat teaser-nya saja. Sementara di Twitter berupa gambar dan video lengkapnya bisa dilihat di situs resmi.

Kombinasi

Untuk dapat menciptakan konten kreatif tidak bisa dipaksakan. Apalagi sekadar mengikuti tren yang sedang viral. Menjadi kreatif juga tidak melulu harus menghasilkan sesuatu yang baru. Tetapi, dapat dilakukan dengan mengombinasikan dua hal yang sudah ada. Inti dari humas adalah menyampaikan kebenaran dengan baik meski kebenaran itu sesuatu yang buruk," tutupnya.

PR Meet Up sebagai agenda rutin yang diselenggarakan PR INDONESIA setiap bulan. Kali ini acara yang telah berlangsung selama 18 kali tersebut terselenggara berkat adanya kolaborasi dengan IPRAHumas dan APPRI. (ais)

BACA JUGA
tentang penulis
image profile
aisyah
.
komentar (0)

LATEST POST