Kiat Berhadapan dengan Media
09 Oktober 2018
yusuf
0
Kiat Berhadapan dengan Media
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang PR saat diwawancara media.
Dok. smallbusinesspr.com

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Bagi seorang PR, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berhadapan dengan reporter saat melakukan wawancara. Sandra Fathi, Presiden Affect, agensi PR yang berbasis di New York, mengungkapkan kunci sukses PR dalam menghadapi wawancara media. “Saat wawancara dengan media, Anda harus menjadi versi diri Anda yang lebih baik, kharismatik, menarik, bersemangat, dan berpengetahuan luas,” terang Sandra seperti dikutip dari PR Daily.

Sementara itu, Putra Nababan, Pemimpin Redaksi Metro TV mengungkapkan pentingnya membangun interaksi yang baik dengan media lewat wawancara. “Interaksi yang baik dengan media adalah penting karena kita bisa mengendalikan proses, tetapi tidak bisa mengendalikan hasil. Karena itu, setiap pertemuan dengan media sebaiknya direncanakan dan dipersiapkan dengan baik,” jelasnya saat menjadi pemateri workshop bertema “The Power of Media Relations” yang diselenggarakan PR INDONESIA beberapa waktu lalu. Berikut ini tipsnya:

Percaya Diri

Kepercayaan diri dalam menyampaikan pesan kepada media sangat penting. Anda harus menyampaikan pesan secara tegas dan tentunya dengan penuh kredibilitas. Jangan sampai terlihat plin-plan, bertele-tele, apalagi berspekulasi di depan awak media. Perkuat pesan dengan dukungan data dan fakta, serta tegas tegas dalam menyampaikan pesan.

Bangun Percakapan

Ketika wawancara berlangsung, bangunlah percakapan yang mengalir dengan reporter. Pastikan Anda yang mengendalikan wawancara. “You are the boss,” katanya. Tidak ada pertanyaan reporter yang buruk. Percakapan alami yang mengalir akan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan reporter. Perhatikan dengan seksama pertanyaan dan arah percakapan. Apabila reporter pasif, hal itu kesempatan bagus bagi Anda untuk menyampaikan pesan kunci.   

Bersikap Tenang

Bersikaplah tenang ketika wawancara berlangsung. Kondisi emosional yang tidak tenang dapat menimbulkan suasana tegang. Pun ketika reporter terlalu agresif, tetaplah beri respons yang baik. Jangan sampai mengeluarkan argumen yang justru menyerang media. Sesekali selipkan humor untuk menjaga suasana agar tetap berlangsung santai.

Warna

Lebih dari sekadar menjawab pertanyaan dalam wawancara, warna lain dapat ditampilkan dalam sebuah wawancara. Kuatkan pesan yang Anda sampaikan dengan kisah-kisah pendukung. Sampaikan detail cerita hingga teknik visualisasi dapat membantu reporter untuk lebih mudah memahami pesan yang Anda sampaikan.

Sama halnya atlet, menurut Sandra, PR pun harus berlatih keras dan persiapan yang matang agar terbiasa menghadapi wawancara media. (suf)

BACA JUGA
tentang penulis
image profile
yusuf
.
komentar (0)

LATEST POST