Tiga Alasan Dibalik “Rebranding”
05 Oktober 2018
yusuf
0
Tiga Alasan Dibalik “Rebranding”
Perubahan nama merek Dunkin' akan dimulai Januari 2019
Dok. cnbc.com

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Baru-baru ini, waralaba ternama asal Amerika Serikat, Dunkin’ Donuts resmi menggelindingkan nama Donuts (donat) dari nama merek mereka hingga menjadi hanya Dunkin’. Informasi tersebut dirilis melalui situs mereka, Selasa (25/9/2018). Padahal donat merupakan menu utama sekaligus identitas produk mereka.

Perubahan ini sekaligus menandakan bahwa ke depan Dunkin’ akan lebih berfokus pada minuman, terutama kopi. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil survei menunjukkan 60 persen penjualan Dunkin’ justru bukan dari donat yang selama ini menjadi menu andalan mereka, tapi bersumber dari minuman, khususnya kopi. Meski demikian, mereka memastikan tidak akan menghilangkan donat dalam daftar menunya.

Bagi CEO Dunkin Dave Hoffman, perubahan branding ini hanyalah satu dari sekian banyak upaya yang dilakukan perusahaan agar mereka tetap relevan bagi konsumen. “Nama yang lebih pendek dan sederhana juga diyakini akan lebih mudah diingat,” katanya.

Rencananya, perubahan nama merek akan diimplementasikan di seluruh kemasan produk, iklan, hingga konsep tampilan gerai secara bertahap pada Januari 2019. Perubahan tersebut akan dimulai dari Amerika Serikat, sebelum akhirnya berlaku di semua gerainya di seluruh dunia. Sebagai langkah awal membangun awareness, tulisan “Just Call Us Dunkin’” mulai ramai mewarnai sudut kota di negeri Paman Sam.

Beberapa perusahaan sudah melakukan perubahan merek jauh sebelum Dunkin’ Donuts. Sebut saja, Kentucky Fried Chicken menjadi KFC, Huffington Post menjadi Huffpost, hingga Weight Watchers menjadi WW.

Latar Belakang

Perubahan tentu saja diawali oleh latar belakang. CEO Avidan Strategies Avi Dan, konsultan PR dari Amerika Serikat, seperti yang dikutip dari Forbes, merumuskannya ke dalam tiga alasan yang membuat perusahaan memutuskan untuk melakukan rebranding. Pertama, reputasi merek yang tengah tercoreng. Contoh, perusahaan Philip Morris mengganti namanya menjadi Altria Group karena sebelumnya lebih dikenal sebagai perusahaan rokok yang dekat dengan kematian.

Kedua, adanya pengembangan model bisnis. Perubahan nama merek dilakukan untuk memperluas jangkauan produk atau layanan karena telah terjadi pergeseran kebutuhan konsumen. Contoh, Dunkin’ Donuts menjual donat sebagai menu utamanya sejak 1950, memilih memberikan ruang yang lebih besar kepada produk minuman karena tingginya permintaan konsumen.

Ketiga, agar lebih relevan antara merek dengan produk. Seperti halnya Weight Watcher, produk kesehatan penurun berat badan, memilih untuk menyederhanakan mereknya menjadi hanya WW. Alasannya, untuk menghilangkan fokus konsumen tentang weight (berat badan) dan menekankan fokus pada wellness (kesehatan). Atau, Kentucky Fried Chicken menjadi KFC. Tujuannya, agar lebih mudah diingat dan menghapus kata fried (goreng) yang berkonotasi tidak sehat. (suf)

Sumber:

https://www.forbes.com/sites/avidan/2018/10/01/as-loyalty-erodes-rebranding-becomes-a-crucial-lifeline-for-marketers/#647a5a4c7335

https://news.dunkindonuts.com/news/releases-20180925

BACA JUGA
tentang penulis
image profile
yusuf
.
komentar (0)

LATEST POST