Berelasi dengan Cara yang Elegan
19 Juli 2018
Ratna Kartika
0
Berelasi dengan Cara yang Elegan
Percayalah hubungan antara PR dengan media itu adalah hubungan yang saling menguntungkan.
Umar/PR Indonesia

MAKASSAR, PRINDONESIA.CO – Menurut Ani Natalia Pinem, Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat Direktorat Jendral Pajak (Kasubdit DJP), ada banyak strategi yang bisa dilakukan para praktisi public relations (PR) yang jauh lebih elegan dan profesional dalam menjalin hubungan dengan media. Bangun hubungan yang memanusiakan wartawan, lakukan secara tulus. Strategi itu selanjutnya diurai oleh ibu dari tiga anak ini di hadapan para peserta “The 20th Workshop PR Series: Strategi Media Engagement di Era Ekosistem PR yang Baru” di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/7/2018).

Langkah pertama yang dilakukan dalam membangun relasi, menurut Ani, adalah dengan memetakan media yang sesuai dengan target audiens DJP dan paling banyak pembacanya. Media yang paling dekat dengan target audiens instansi/korporasi termasuk ke dalam kategori tier 1. Setelah itu, cari penulis/reporter desk terkait. Cobalah lebih dekat secara personal dengan mereka. Setelah mengenal banyak wartawan dari berbagai media, cari tahu tempat mereka biasa ngumpul, dekatkan diri, ajak mereka makan bareng, dan berdiskusi. “Cari tahu narasumber di kalangan tempat kita bekerja yang paling sering mereka wawancara. Pastikan kita bisa membuat wartawan akrab dengan narasumber tersebut,” ujar peraih Insan PR INDONESIA 2017.

Untuk mempermudah distribusi informasi dan koordinasi, Ani bersama timnya membuat grup Whatsapp khusus media. Adapun cara lain untuk lebih dekat dengan mereka adalah mem-follow balik akun media sosial media bersangkutan. “Karena media sosial kita sudah terhubung dengan rekan-rekan media, pastikan kita mengunggah konten atau informasi-informasi yang bermanfaat di akun pribadi,” ujarnya seraya mengatakan, tak sedikit rekan media yang meminta izin untuk membuat berita berdasarkan informasi yang diunggahnya di media sosial.  

 

Samakan Persepsi

Lalu, bagaimana jika relasi yang sudah terbangun sedemikian rupa, tiba-tiba goyah karena instansi diterpa isu atau kasus. Ani memilih tidak menghindar. Jika setelah dikonfirmasi ternyata isu itu benar, ia akan mengakuinya. “Kami sudah melakukan pemeriksaan. Hasilnya benar, Dik. Untuk informasi selanjutnya, silakan kalian menghubungi humas yang bersangkutan,” ujar Ani memberi contoh. Namun yang pasti, PR harus lebih dulu menyamakan persepsi dengan pihak terkait yang akan dihubungi wartawan. Saking baiknya hubungan yang terbangun antara humas DJP dengan media, bahkan ada media yang meminta maaf saat akan memberitakan informasi yang kurang baik tentang DJP.

Hal lain yang harus ditekankan adalah tidak boleh pelit informasi. Percayalah, kata Ani, hubungan antara PR dengan media itu adalah hubungan yang saling menguntungkan. “Media itu benci setengah mati sama pemerintah karena mereka suka merasa dipersulit ketika mereka minta bahan/data,” ujarnya seraya menambahkan untuk menjaga dan bangun engagement lakukan media gathering secara rutin.

Lainnya yang tak kalah penting, mengunggah ulang berita-berita tentang instansi/perusahaan baik berita bagus maupun tidak. “Jika pun ada berita yang kurang sesuai,  kami tetap repost disertai catatan,” ujar istri dari Milo Stephen Winn ini. Terakhir, jangan mengecewakan wartawan dengan menunda atau bahkan menolak untuk menjawab pertanyaan mereka. Siapkan jawaban sesuai porsi. (edg/rtn)

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

TERPOPULER

FIGUR

WAWANCARA

PR ON MAGAZINE

LATEST POST