Biarkan Orang Lain Bicara tentang Kita
08 April 2018
Ratna Kartika
0
Biarkan Orang Lain Bicara tentang Kita
"Sesuaikan antara strategi PR dengan berbagai kanal komunikasi yang ada," kata Bobby, sapaan akrab Arif Prabowo.
Freandy/PR INDONESIA

SURABAYA, PRINDONESIA.CO – Arif Prabowo, VP Corporate Communications PT  Telkom Tbk yang hadir sebagai pemateri workshop series bertajuk “Best Practice Mengelola  Brand dan Reputasi dalam Ekosistem PR yang Baru” di Surabaya, Rabu (28/3/2018) pun memberi tips kepada peserta yang seluruhnya adalah praktisi public relations (PR). 

Mengingat faktor tuntutan transparansi dan informasi mengalir deras, Arif menitikberatkan pentingnya PR memerhatikan capital market agar brand dan reputasi perusahaan tetap terjaga. Salah satunya, senantiasa memastikan perusahaan memiliki prospek baik kepada para investor. Untuk sampai di tujuan itu, perusahaan harus memerhatikan kredibilitas jajaran internal perusahaan (competence market). Lainnya yang tak boleh luput dari perhatian adalah komitmen perusahaan mengelola social market atau CSR. Hal ini memengaruhi pandangan publik terhadap keberadaan perusahaan di lingkungan.

Jika perusahaan sudah melaksanakan ketiga hal ini, langkah PR untuk menyebarkan informasi ke khalayak sebenarnya makin mudah di era digital. “Sekarang, setiap orang mempunyai informasi dan memiliki pengikut yang membaca informasinya setiap hari,” kata pria yang akrab disapa Bobby itu. Keberadaan mereka dapat dimanfaatkan sebagai salah satu strategi komunikasi untuk mengampanyekan program-program perusahaan. “Yang pasti, sesuaikan antara strategi PR dengan berbagai kanal komunikasi yang ada sehingga keberadaannya memberikan banyak kemudahan bagi kita,” imbuhnya.

Selain itu, manfaatkan metode public collaboration dengan cara merangkul influencer sebagai endorser. “Semakin banyak kita merangkul mereka, makin luas jangkauan kita,” ujar Arif. Kondisi ini memungkinkan perusahaan membangun engagement baru dengan media konvensional dengan tidak lagi mengandalkan metode placement (beriklan), tetapi media partner. “Dengan metode ini, mereka secara tidak langsung akan menjaga kita dan memungkinkan kita menjalin partnership dengan organisasi-organisasi yang strategis,” ujarnya meyakinkan.  

PR juga harus memodifikasi program-program komunikasi. Pastinya, program harus dikemas kreatif dan tidak membosankan sehingga mampu menarik hati publik. “Kita harus punya keunikan atau perbedaan. Jadilah trendsetter, bukan followers,” tutur Arif seraya melanjutkan kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya perusahaan melakukan branding.  

Terakhir, Arif berpesan agar PR harus lebih banyak mendengar suara publik dan mengurangi cerita tentang dirinya sendiri. “Biar orang lain yang banyak menceritakan tentang diri kita,” tutupnya. (rsd/rtn)

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST