Penjurian PRIA 2018: Berbagai Instansi Unjuk Program Terbaik
07 Maret 2018
Ratna Kartika
0
Penjurian PRIA 2018: Berbagai Instansi Unjuk Program Terbaik
BEI angkat tema Program PR
Ratna/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Tujuh menit menjadi waktu yang amat berharga selama penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2018. Dalam kurun waktu yang singkat tersebut peserta ditantang mampu memukau juri. Mereka bertarung untuk menjadi yang terbaik masing-masing untuk kategori Program PR, Departemen PR, Digital PR, Marketing PR, Agensi PR, dan CSR.

Duduk di kursi dewan juri antara lain Asmono Wikan (Pemimpin Redaksi PR INDONESIA), Magdalena Wenas (PR INDONESIA Guru), Ariani Djalal (Kantor Staf Presiden), Troy Pantouw (Senior Consultant AIS Training & Consulting), Janette Pinariya (LSPR).

Bank Danamon sebagai peserta yang datang lebih awal menjadi penampil pertama pagi itu. Atria Rai, Head Corporate Communication Danamon, mengusung tema Danamon Red Match--program marketing PR unggulan perusahaan wujud kerjasama antara perusahaannya dengan klub sepak bola asal Inggris, Manchester United (MU). Presentasinya yang padat dan jelas memungkinkan Atria bersama timnya untuk memutar video singkat.

Selanjutnya, Indah, peserta dari Sekjen DPR RI tampil mengusung Program PR bertema “Remaja Parlemen”. Meski di awal presentasi, pranata humas itu tampak grogi, namun program edukasi politik sejak dini ini mendapat apresiasi juri.  

Sementara Kementerian Keuangan menjadi salah satu peserta yang melakukan presentasi terbanyak siang itu. Peserta yang meraih trofi Platinum PRIA tahun lalu tersebut mengerahkan tim penuh untuk dua kategori Program PR dan Departemen PR. Presentasi yang memukau disempurnakan juri dengan memberikan masukan dan usulan.

Mendapat umpan balik dari dewan juri, Kasubbag Publikasi Elektronik Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu Reza Sahili Amran mengaku tersanjung. “Masukan dari juri adalah bentuk antusiasme,” katanya. “Kami berhasil menarik perhatian juri dan juga peserta bahwa pemerintah sudah melakukan banyak perubahan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dengan cara yang relevan sesuai perkembangan zaman,” imbuhnya.  

Di sisi lain, kepala Bagian Humas Non-Kelembagaan Negara Kemenkeu Rizwan Pribakti menambahkan, keikutsertaan mereka bukan semata-mata untuk mendapat pengakuan. Lebih dari itu, ajang ini bertujuan untuk memotivasi Biro KLI agar terus meningkatkan kemampuan dibidang kehumasan.

Senada dengan Rizwan, Indah pun menilai ajangini untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja kehumasan mereka selama ini. “Inilah kesempatan bagi kami untuk mengetahui persepsi dari pihak luar, apalagi persepsi ini datangnya dari para ahli praktisi PR,” ujarnya.

Tampil peserta lainnya tak kalah memukau di antaranya, Bursa Efek Indonesia, Telkom, Telkomsel, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Jasamarga, Sinarmas Land, Tugu Pratama Indonesia, dan banyak lagi. Agenda penjurian sesi presentasi akan berlangsung selama tiga hari, dan ditutup dengan presentasi kategori CSR, Kamis (8/3/2018). (rtn/zen/ans)

 

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST