Sesi Penjurian PRIA 2018 Dimulai
02 Maret 2018
Ratna Kartika
0
Sesi Penjurian PRIA 2018 Dimulai
Para juri mengedepankan penilaian yang objektif dan fair.
Ricky/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Mereka adalah dewan juri untuk kategori nonpresentasi. Proses penjurian untuk kategori tersebut berlangsung secara pararel mulai Rabu (28/2/2018) hingga Jumat (2/3/2018). Maria Wongsonagoro menjadi juri yang datang paling awal di hari itu. Salah satu PR INDONESIA Gurus ini didapuk untuk memberikan penilaian untuk tiga kategori sekaligus. Di antaranya, kategori Penanganan krisis (Prakrisis, Krisis), Manual Tata Kelola Kehumasan, dan Laporan perusahaan (Annual Report, Sustainability Report). Butuh waktu tiga hari penuh hingga ia dapat menunaikan seluruh tugasnya.

Selain Maria, dewan juri lain berangsur-angsur memenuhi ruang penjurian. Antara lain, Arbain Rambey (KOMPAS), Ong Hock Chuan (Maverick), diikuti Noke Kiroyan (Kiroyan Partners), Jonathan Krissantosa (DM ID Brand Startegist and Consultant), tak ketingalan Arief Budisusilo (Bisnis Indonesia). Mereka adalah juri untuk kategori Owned Media (Media Cetak, E-Magazine, Video Profile), Kanal Digital (Aplikasi, Web, Media Sosial), Penanganan Krisis, Manual Tata Kelola Kehumasan, dan Laporan perusahaan. Sementara Zinnia Nizar (Ampersand.id), juri untuk Owned Media dan Titis Widyatmoko, juri Kanal Digital memilih untuk melakukan penjurian di tempat masing-masing.

Maria yang ditemui PR INDONESIA usai menilai untuk kategori Manual Tata Kelola Kehumasan mengatakan, kualitas para peserta belum sesuai ekspektasinya. Menurutnya ada hal yang harus digarisbawahi dalam membuat best practice Manual Tata Kelola Kehumasan. “Prosedurnya harus sisematis dan user friendly sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan, lengkap dengan job description dan penanggung jawabnya,” kata founder dan Chief of Training Merdi Intar Sinau (MISI). Tak kalah penting, ia menekankan perlunya bab yang memuat tentang tata kelola manajemen isu dalam buku panduan tersebut. “Issues management penting. Jangan menunggu sampai ada krisis,” imbuhnya.

Sementara Ong Hock Chuan, co-founder Maverick, memuji kemampuan para peserta kategori Owned Media yang beberapa di antaranya sudah sesuai ekspektasi. Ia berpendapat, yang terpenting dalam membuat Owned Media seperti media cetak dan e-magazine adalah objektivitas. “Untuk apa, kepada siapa media itu ditujukan, serta apa relevansinya bagi target audiens,” ujarnya seraya memberi bocoran beberapa peserta dari BUMN sudah cukup tepat mengeksekusi Owned Media.

Untuk kategori Video Profile, ia menekankan pentingnya less is more. “Kalau mau memberi tahu semua, orang tidak akan ingat. Durasinya jangan lewat dari tiga menit,” ujar pria yang mencari peserta terunggul dari sisi ide kreatif, otentik dan kredibilitas. (rtn/zen/ans)

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST