Ini Dia Panduan Bermedia Sosial untuk Perusahaan
07 Pebruari 2018
Ratna Kartika
0
Ini Dia Panduan Bermedia Sosial untuk Perusahaan
Kenali karakteristik, tipe konten setiap media sosial, pilih sesuai target audiens
Ricky/PR Indonesia

PADANG, PRINDONESIA.CO – Syarat ini dikemukakan Pemimpin Redaksi Brilio.net Titis Widyatmoko di hadapan peserta The 17th PR INDONESIA Workshop Series: Understanding Media Policies in Digital Era & Creative Writing for Corporate Publication. Di acara yang diselenggarakan oleh PR INDONESIA di Padang, Selasa (6/2/2018), pria yang telah 19 tahun wara-wiri di industri media digital tersebut mengajak praktisi PR untuk memahami karakter audiens “zaman now” dan praktik merancang narasi pendek untuk sosial media korporat.

Langkah pertama yang harus dilakukan perusahaan sebelum membuka diri di jagat maya adalah mengenal karakteristik dan tipe konten setiap platform media sosial. Hal ini bertujuan agar perusahaan bisa memilih platform medsos yang tepat dan sesuai target audiensnya.

Facebook, menurut Titis, merupakan pilihan awal yang tepat bagi korporasi yang baru mulai membuka diri di ranah media sosial. Alasannya, hampir semua orang memiliki akun Facebook. Khusus Indonesia, jumlah penggunanya mencapai 130 juta orang. Sementara usia penggunanya merata dari muda hingga tua berkisar 13 – 54 tahun. Karakter kontennya berupa News Feed. Kelemahannya, platform media sosial besutan Mark Zuckenberg ini  kerap mengubah algoritmanya. Algoritma adalah mesin yang memegang keputusan terakhir mengenai unggahan mana yang akan diihat para penguna di News Feed mereka. Salah satu cara untuk mengakali algoritma adalah dengan beriklan (Facebook Ads). Meski langkah ini tidak baik karena media sosial dikelola untuk jangka waktu yang panjang.

Media sosial lain yang bisa jadi pilihan adalah Twitter. Platform media sosial ini kerap menjadi pilihan utama audiens ketika mencari informasi suatu korporasi atau organisasi. Kelemahannya, sesuai namanya, media sosial ini dikenal berisik. Tercatat ada 6.000 kicauan setiap detik. Tapi keberadaannya penting terutama menyangkut soal eksistensi, kredibilitas, melindungi merek dari komentar negatif, dan membangun engagement. Ini dikarenakan, Twitter bisa menjadi semacam costumer care, ranah untuk melayani dan menjawab pertanyaan dari audiens.

Bagaimana dengan Instagram? Media sosial ini pilihan yang pas bagi perusahaan yang menyasar generasi muda sebagai target audiensnya. Penggunanya di tanah air hampir mencapai setengah dari total pengguna Facebook. Satu hal yang perlu digarisbawahi, Instagram mengandalkan kekuatan foto, bukan teks. Untuk target yang sama, terutama pelajar SMA, perusahaan bisa memanfaatkan platform Snapchat. Hanya, penggunanya belum sebanyak media sosial lain.

 

Riset

Nah, untuk menentukan media sosial mana yang akan dipilih, lakukanlah riset. Pastikan siapa target audiens perusahaan. Setelah itu, tunjuk manajer media sosial. “Warganet itu kejam. Kita bisa di-bully kalau konten yang diunggah tidak tepat apalagi salah ketik,” ujar Titis.

Tentukan tema utama sehingga akun perusahaan memiliki ciri khas atau karakter. Beberapa contoh tema utama yang bisa menjadi pilihan antara lain, user generated content (menggerakkan pengguna untuk mengunggah foto dengan men-tag nama perusahaan atau menggunakan tanda pagar tertentu untuk kemudian diunggah ulang oleh perusahaan yang bersangkutan), mengandalkan kekuatan foto, video, humor, meme, pantun ringan dan jenaka, atau berinteraksi dengan cara melempar pertanyaan.

Titis berpesan, apapun temanya, pastikan konsisten, selalu memberikan keterangan foto (caption), tanda pagar, dan responsif menjawab pesan langsung (direct message). Sementara beberapa hal yang mesti dihindari adalah jangan terlalu banyak promosi, memberikan informasi yang tidak relevan, terlalu berisik, pasif, tidak responsif menjawab pesan langsung. “Pesan langsung itu menunjukkan seberapa besar respons audiens terhadap konten yang kita unggah,” tutupnya.

Jadi, sudahkah Anda menemukan pilihan media sosial yang tepat bagi perusahaan? (may/rtn)

 

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST