Para Penerus PR Janji Tetap Konsisten
19 Oktober 2017
Ratna Kartika
0
Para Penerus PR Janji Tetap Konsisten
Buka wawasan, tingkatkan mental
Freandy/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Ya, PR INDONESIA Rookie Stars Competition bukan sekadar kompetisi. Bagi para finalis angkatan kedua, acara yang diselenggarakan bersamaan dengan Jambore PR Indonesia (JAMPIRO) #3 tersebut memperkaya wawasan, jejaring, hingga membukakan mata tentang betapa menarik dan menantangnya public relations (PR) di dunia nyata.

Seperti yang diutarakan Rianto, mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat, Fikom, Universitas Padjadjaran yang bersama rekannya, Putri Salma Suhardi, terpilih sebagai juara pertama PR INDONESIA Rookie Stars Competition 2017. “Selama tiga hari mengikuti seluruh agenda Rookie Stars dan JAMPIRO #3, komitmen saya untuk terus menekuni PR selepas kuliah makin kuat,” katanya. Sementara Siti Nurul Haliza, mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) berpendapat, “Setelah mengikuti kegiatan ini, saya makin yakin kalau selama ini saya enggak salah pilih jurusan.” 

Apalagi setelah mereka bersama rekan-rekan sesama finalis berkesempatan mengikuti sharing session bersama para praktisi PR dari berbagai latar belakang instansi di sesi boot camp di Yogyakarta, Kamis (24/8/2017). Hingga pada sore harinya, detik-detik paling menegangkan, presentasi di hadapan para juri itu tiba. 

Mereka sepakat menang hanyalah bonus. Lebih dari itu, rangkaian proses yang harus dilalui mulai dari pencarian ide, riset, sampai membuat social media plan menjadi pengalaman tak ternilai. Apalagi atmosfer saat penjurian dibuat seolah-olah mereka tengah melakukan media pitch. “Media pitch barangkali suatu aktivitas keseharian bagi senior-senior kami di PR. Tapi  terdengar asing bagi mahasiswa seperti kami,” kata Nunu, sapaan akrab Nurul, mengaku. Tak kalah seru, mereka berkesempatan bercengkrama dengan PR INDONESIA Gurus dan para alumni yang kini telah menjadi praktisi PR di berbagai perusahaan.

Lalu, apa rencana kalian selanjutnya? “Terus menambah wawasan dengan mengikuti kegiatan serupa,” kata Eva, rekan satu tim Nunu. Alasannya, mereka meyakini profesi PR makin strategis ke depan. “PR di masa akan datang adalah PR yang tidak hanya pandai berkomunikasi dan dibutuhkan saat krisis, tapi terus mengawal kebijakan-kebijakan di tempatnya mengabdi,” ujar Rianto melanjutkan.  

Untuk itu, mereka perlu amunisi ilmu baik bekal ilmu dari akademisi maupun pengalaman mengikuti kompetisi, magang dan forum-forum diskusi dengan praktisi. “Cara-cara seperti ini selain membuka wawasan juga meningkatkan kesiapan mental dan kompetensi kami saat terjun di dunia kerja nanti,” kata Sansan, sapaan akrab Putri, yang dikenal aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa dan Perhumas Muda Bandung.    

Optimis
Semangat para generasi penerus PR untuk menjadi PR yang kompeten dan mampu bersaing itu dirasakan betul oleh para dewan juri. Mereka adalah para Fellowship PR INDONESIA 2016 (Mochamad Husni, Dyah Rachmawati Sugiyanto, dan Frizki Yulianti Nurnisya) dan ICON PR INDONESIA 2016 (Nike Yosephine dan Lizzatul Farhatiningsih). Dyah, misalnya, mengaku terpukau dengan ide-ide para finalis saat presentasi di hadapan juri. Terlebih, Husni berpendapat, ide yang mereka sampaikan saat media pitch menarik dan realistis untuk diaplikasikan di lapangan. 

Adapun penilaian dibagi atas tiga substansi: ide, cara dan kemampuan menjawab, serta teknik presentasi. “Kami membawa suasana seolah mereka sedang pitching. Jadi, harus menjiwai dan punya diferensiasi,” kata Dyah yang mengaku kualitas dan kemampuan para finalis sama baiknya.  

Melihat potensi yang dimiliki para peserta,  Dyah optimistis dengan profesi PR ke depan. Sementara Husni meyakini keberadaan mereka akan semakin memperkaya dunia PR ke depan. “Apa pun profesi mereka nantinya, yang terpenting mereka memahami pentingnya PR. Dari mereka, peran PR ke depan jadi lebih signifikan,” kata Husni. “Semoga mereka tetap istiqomah sebagai PR,” sambung Dyah. rtn

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST