Cara PR Merebut Hati Publik 
26 September 2017
Ratna Kartika
0
Cara PR Merebut Hati Publik 
Yang dijual PR adalah hubungan baik, benefit dan edukasi.
Yoko/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Kenapa merebut bukan menarik hati publik? Dyah berpendapat, karena untuk dapat menarik hati publik, kita harus mampu menyentuh hati mereka. "Ketika sudah mampu menaklukkan hatinya, maka tepatlah syair lagu berjudul Rahasia Perempuan yang dinyanyikan Ari Lasso, kita bisa memiliki hati orang yang bersangkutan selamanya," kata penerima PR INDONESIA Fellowship Program 2016 ketika mengisi seminar sesaat sebelum sesi final Speech Contest bertema "Nationality Diversity"  yang diadakan Public Relations Community (PRC) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI. Ia melanjutkan, "Itulah esensi PR. PR tidak melakukan tugasnya dengan cara hard selling, tapi soft selling," kata Pranata Humas LIPI itu.
Menurut ibu dari satu anak ini, setidaknya ada empat langkah yang harus dilakukan untuk sampai pada titik tersebut. Di antaranya, konsep, kerja tim, aksi, monitoring dan evaluasi. "Kalau ingin meraih hati publik, kita harus tahu konsep apa yang ingin kita tuju, apa isu yang mau kita sasar, kenapa isu itu yang kita angkat," ujarnya seraya bertanya. 

Kreatif dan Orisinil
Apa dan bagaimana cara mengeksekusinya, lanjut Dyah, haruslah dilakukan dengan cara kreatif, berbeda dan orisinil. Nah, untuk melahirkan dan menjalankan ide atau konsep yang orisinil dan kreatif itu perlu kerja tim, meluangkan waktu untuk saling bercerita dan berbagi pengalaman.

Setelah semua langkah itu dijalankan, jangan lupa agar selalu menjaga tali silaturahim. "Keep in touch itu penting. Pertemanan yang sudah terjalin harus dirawat dengan cara berbagi informasi atau kegiatan terkini, saling membalas dan berkabar meski hanya melalui media sosial, mengingat peristiwa, kesukaan, hingga mengucapkan selamat di momen-momen penting mereka," beber Dyah. 

Terdengar sepele bagi kebanyakan orang, tapi justru disitulah letak keunikan PR. "PR tidak jualan barang. Yang kita jual adalah hubungan baik, benefit dan edukasi. Ada proses storytelling dan persuasi di sana," kata Dyah seraya meyakini ketika semua unsur tadi sudah terbina dengan baik akan ada banyak pintu terbuka.

Ia lantas menutup presentasinya dengan mengutip pernyataan James E. Grunig, ahli teori PR dan profesor di Departemen Komunikasi Universitas Maryland, Amerika Serikat. "PR harus melayani kepentingan publik, mengembangkan mutual understanding antara organisasi dengan publik mereka," tutupnya.

SPEAR adalah acara yang diselenggarakan PRC Fakultas Ilmu Komukinasi UPI YAI. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari 19 - 20 September 2017 itu didukung oleh IPRAHumas, PR INDONESIA, CGV Cinemas, LSPR TV, dan lainnya. Acara ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, wawasan, dan rasa percaya diri dalam mengasah kemampuan berkomunikasi pada pelajar dan  mahasiswa. Adapun kegiatan Speech Contest yang diikuti oleh siswa SMA/SMK dan universitas se-Jabodetabek ini turut menghadirkan Lizzatul, ICON PR INDONESIA 2016, sebagai juri. (yko/rtn)

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST