Agung Laksamana, PR Harus Adaptif terhadap Perubahan
08 September 2017
canis
0
Agung Laksamana, PR Harus Adaptif terhadap Perubahan
Ketum BPP PERHUMAS Agung Laksamana
Telkom Indonesia

Dalam dunia public relations (PR), trust merupakan elemen penting untuk membangun hubungan yang berkelanjutan. Tanpa trust, pesan-pesan yang disampaikan oleh perusahaan tidak akan efektif. 

Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hubungan Masyarakat (BPP PERHUMAS) Agung Laksamana, trust sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan sebuah korporasi. Karena tanpa rasa kepercayaan antara korporasi atau institusi dengan para stakeholders-nya, segala usaha yang dilakukan oleh korporasi tersebut untuk mencapai target mereka akan menjadi sia-sia.

Trust harus terus dibangun. Tidak bisa instan.  Jika trust hilang, biaya recovery-nya akan cukup tinggi,” kata Agung kepada PR INDONESIA di Jakarta, Rabu (8/3/2017). 

Mengutip Stephen M. R. Covey dalam bukunya The Speed of Trust, Agung menjelaskan, formula trust adalah High Trust = High Speed + Low Cost. Low Trust = Low Speed + High Cost. Contohnya, sebelum kejadian 911 dahulu, waktu yang dibutuhkan untuk masuk ke bandara maksimal satu jam. Tapi setelah kejadian itu, pemeriksaan dilakukan berlapis hingga memakan waktu 2 - 3 jam.

“Artinya low trust mengakibatkan low speed dalam proses (waktu yang terbuang banyak) dan biaya tinggi (karena pengamanan security yang super ekstra ketat harus dipasang di airport),” jelas pria yang juga Director Corporate Affairs APRIL.

Trust dibangun dari integritas, kredibilitas, serta transparansi. Perusahaan yang dinilai kredibel, tentu akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari para stakeholders-nya. Di antara faktor yang memengaruhi naik dan turunnya trust adalah kejujuran dalam menjalankan usaha, keterbukaan informasi publik, serta kredibilitas perusahaan atau institusi tersebut.

Agung mengakui, CEO memiliki peran penting dalam membangun trust korporasi, khususnya dalam memberikan visi dan misi perusahaan. Namun, sejatinya trust suatu korporasi tidak bisa tercapai hanya dengan usaha CEO semata, melainkan perlu kerjasama seluruh stakeholders perusahaan termasuk karyawan. “Tapi yang paling penting adalah pelaksanaannya dan bagaimana mencapai tujuan perusahaan?” tegasnya.

Walk the Talk!

Agar trust tidak luntur, Agung menyarankan, seorang leader harus memberikan contoh dan menghargai setiap jerih usaha yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah membantu membangun kredibilitas dan trust perusahaan. Dengan begitu mereka dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya.

Idealnya trust dan kredibilitas CEO dan korporasinya matching, sebab jika tidak tentu sustainability perusahaan akan terganggu, karena keduanya saling memengaruhi. Namun, jika hal itu terjadi maka perlu segera dikomunikasikan agar tidak berdampak lebih buruk terhadap perusahaan tersebut.

Tentu praktisi PR punya peran penting dalam membangun trust perusahaan. Karena itu, menurut Agung, PERHUMAS terus mendorong agar praktisi PR di Indonesia meningkatkan komptensi menjadi humas yang profesional, diantaranya dengan program sertifikasi maupun akreditasi PR.

Pada akhirnya, perusahaan akan terus berkembang berkelanjutan jika siap dan adaptif terhadap perubahan. Sebagaimana petuah Charles Darwin, it Is not the strongest of the species that survives but the most adaptable. “Artinya yang bisa sukses adalah yang Adaptif! Perusahaan dan praktisi humas pun harus adaptif dalam perubahan ini,” pungkasnya. (nif)

BACA JUGA
tentang penulis
image profile
canis
Just Another Me Around the World.
komentar (0)

LATEST POST