Gandeng Kampus Sosialisasikan GERMAS
05 Juli 2019
rizka
0
Gandeng Kampus Sosialisasikan GERMAS
Gandeng LSPR Sosialisasikan GERMAS
Dok. LSPR

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien stroke ini bekerja sama dengan LSPR Jakarta di bidang sosialisasi. Dalam sambutannya, Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional Mursyid Bustami, meyakni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi yang baru saja menginjak usia ke-27 tersebut merupakan mitra yang tepat untuk memperluas pesan penyuluhan kesehatan.

Untuk menyukseskan program itu, LSPR berencana memilih duta untuk sosialisasi kesehatan yang akan menyalurkan pesan tersebut media sosial. Kerja sama lainnya meliputi pendidikan, pengabdian masyarakat, pelatihan komunikasi, magang, dan juga penelitian.

Program kerja sama yang bertujuan untuk menyukseskan GERMAS ini mendapat sambutan positif dari LSPR. “Kami ingin berkontribusi membantu pemerintah melakukan upaya promotif dan preventif melalui gerakan hidup sehat kepada masyarakat. Salah satunya, pencegahan stroke,” imbuh founder dan Direktur LSPR Prita Kemal Gani

Nomor Satu

Prita menegaskan komitmen LSPR ini sungguh-sungguh. Apalagi hasil survei Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014 menunjukkan 21,1 persen kematian di negeri ini disebabkan oleh stroke. Presentase itu menempatkan stroke sebagai penyebab kematian nomor satu di negeri ini, disusul penyakit kardiovaskuler dan Diabetes Mellitus beserta komplikasinya.

Selain itu, data dari Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) tahun 2016, menyatakan bahwa penyakit stroke merupakan penyakit keempat yang menghabiskan biaya kesehatan terbesar setelah penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker. Tepatnya, Rp 1,3 triliun.

Yang perlu diketahui, stroke merupakan serangan otak dan memiliki tingkat kedaruratan yang sama dengan serangan jantung yang tidak boleh disepelekan. Deteksi dini gejala awal stroke bisa  diketahui dari FAST (Face, Arm, Speech, dan Time). Yakni, perubahan pada wajah, kebas pada tangan, cara bicara berubah cadel atau pelo, dan waktu untuk penanganan stroke. Jika terlihat tanda-tanda seperti itu, pasien harus mendapatkan tindakan medis kurang dari 4 jam. Semakin cepat ditangani, kerusakan sel-sel otak semakin minim. (rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI