Boy Kelana S, Astra International - “Superteam”
14 June 2019
Aisyah Salsabila
0
Boy Kelana S, Astra International - “Superteam”
Kepada tim PR, Boy berpesan agar jangan mudah berpuas diri, terus berusaha mencapai yang terbaik, mampu bekerja sama dengan solid, serta mengedepankan manfaat untuk orang lain.
Dok. Pribadi

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Boy resmi bergabung dengan Astra International pada Desember 2008. Perjalanan kariernya sebagai PR di perusahaan ini cukup panjang mulai dari Head of Internal Relations, Deputy Head of Public Relations, sampai dipercaya sebagai Head of Corporate Communications. Semua tantangan selama berkecimpung di dunia public relations (PR), Boy lalui dengan bangga. Hal ini dikarenakan, ia telah memilih jalan hidup sebagai PR dengan suka cita.

Pada awal masa jabatannya, Boy menaruh konsensus besar untuk memecah struktur organisasi Corporate Communications dan mengembangkannya menjadi lima departemen. Antara lain, internal relations, media relations, government relations, brand communications, dan central resources. Strategi ini dilakukan untuk menjawab perkembangan zaman. “Di Astra, tidak ada yang namanya superman. Yang ada adalah superteam,” ujarnya kepada PR INDONESIA di kantornya di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Bukan perkara mudah menjadi nakhoda komunikasi untuk 229 perusahaan Astra, lebih dari 240 ribu karyawan dan sembilan yayasan. Selama ini, koordinasi antarperusahaan sangat terbantu dengan keberadaan koordinator wilayah yang tersebar di 31 kota dan 80 person in charge (PIC) Corporate Communications sebagai perpanjangan tangan Astra kepada anak perusahaan.

Setahun lalu, pria yang concern mendorong pasukannya menjadi humas yang kredibel, berpengetahuan luas dan bersertifikasi ini meluncurkan Sistem Manajemen Komunikasi Astra (ACMS)—buku panduan komunikasi bagi seluruh komponen humas grup Astra. Kepada timnya ia berpesan agar jangan mudah berpuas diri, terus berusaha mencapai yang terbaik, mampu bekerja sama dengan solid, serta mengedepankan manfaat untuk orang lain.

Panggilan Jiwa

Pria kelahiran Hong Kong, 21 Oktober 1972, ini jatuh cinta dengan dunia komunikasi ketika aktif menjadi penyiar radio semasa kuliah. Padahal, Boy merupakan mahasiswa Jurusan Hukum di Universitas Sebelas Maret (UNS). “Ternyata seru juga, ya, jadi penyiar,” kata pria yang gemar kuliner ini. Sejak saat itu, ia pun kerap dipercaya sebagai master of ceremony (MC) untuk berbagai event.

Setelah lulus kuliah, Wakil Ketua Umum III BPP PERHUMAS ini memutuskan untuk tidak meneruskan kariernya di bidang hukum. Ia nekat pindah jalur dengan bekerja sekaligus belajar di perusahaan yang bergerak di bidang konsultan komunikasi. Tanpa terasa, pekerjaan yang menuntutnya untuk selalu berkreasi, membuat konsep, hingga mengelola berbagai brand untuk beragam segmen ini telah ia lakoni selama hampir sepuluh tahun. Tahun 2006, suami dari Vita Principalia tersebut mendapat tawaran untuk bergabung dengan Astra International. Boy tak langsung menerima tawaran tersebut. Dua tahun berselang, Astra kembali meminangnya.

Di perusahaan yang bergerak di tujuh lini bisnis, yakni otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, properti ini ini, ayah dari satu anak itu punya mimpi besar mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang gemilang melalui perannya sebagai PR. “I know it’s a big thing, tapi kita bisa mewujudkannya melalui apa yang kita lakukan sekarang. Salah satunya, melalui Astra,” pungkas pria penyuka pantai ini. (ais)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI