Elemen yang Wajib Dimiliki PR di Era 4.0
12 Desember 2018
Ratna Kartika
0
Elemen yang Wajib Dimiliki PR di Era 4.0
Agar mulus mengarungi era 4.0.
Dok. PERHUMAS

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Inilah kesimpulan dari hasil pertemuan sekitar 300 praktisi public relations (PR) di acara Konvensi Nasional Humas (KNH) yang diselenggarakan oleh PERHUMAS selama dua hari, 10 – 11 Desember 2018. Guna menjawab tantangan era 4.0, berikut ini kompetensi dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh PR. Antara lain:  

 

Karakter

Ada beberapa karakter yang harus dimiliki PR meliputi adaptif, berwawasan global, kreatif, going digital, cepat dan responsif, tidak berhenti belajar, memiliki agenda setting, mampu berkolaborasi, serta tidak ego sektoral. Sementara intel dan inside-nya adalah berjiwa NKRI. Apabila karakter ini dimiliki yakinlah kehadiran artificial intelligance, big data dan kecanggihan teknologi informasi lainnya tak akan menjadi ancaman, tapi peluang untuk meningkatkan fungsi dan peran PR.

 

Kolaborasi

Disrupsi hanya bisa diatasi dengan kolaborasi antarprakitisi, institusi, lembaga, korporasi. Harapannya, tercipta komunikasi strategis untuk NKRI.

 

Kebijakan dan Regulasi

Pemerintah diharapkan dapat membuat regulasi yang relevan dengan era 4.0. Profesi PR, tak terkecuali humas pemerintah, ditempatkan di posisi yang tepat dan strategis.

 

Kompetensi

Guna mendukung Roadmap Making Indonesia 4.0 yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo, PERHUMAS akan meluncurkan akreditasi PERHUMAS 4.0. Akreditasi ini akan dilengkapi dengan komponen literasi dan soft skill berbasis digital. PERHUMAS juga akan mendorong pemerintah mewajibkan praktisi humas untuk mengikuti akreditasi dan kompetensi PR.

 

Kode Etik

Kode etik PR yang berlaku secara nasional memang masih menjadi isu bagi para praktisi humas di negeri ini. Seperti kata Ketua BPP PERHUMAS Agung Laksamana di hadapan para pewarta saat konferensi pers, “Semua orang bisa menjadi humas. Tapi, apakah mereka mempunya kode etik dalam berprofesi sebagai humas?” ujarnya seraya bertanya. (ais)

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST