Kiat GPR Susun Strategi Komunikasi
23 November 2018
aisyah
0
Kiat GPR Susun Strategi Komunikasi
Rencana Strategis (Renstra) lembaga pemerintah perlu didukung dengan strategi komunikasi yang matang
Freandy/PR Indonesia

SEMARANG, PRINDONESIA.CO –  Menurut Maria Wongsonagoro saat menjadi pemateri pada workshop Jambore PR Indonesia (JAMPIRO) #4 yang diselenggarakan PR INDONESIA di Semarang, Kamis (8/11/2018), untuk dapat menyukseskan renstra, perlu didukung dengan strategi komunikasi yang juga matang,” katanya. “Hal serupa juga berlaku di korporasi swasta. Di dunia korporat, renstra ibaratnya strategi bisnis sekaligus institutional branding,” imbuh salah satu dari PR INDONESIA Gurus ini. 

Founder dan Chief of Training Merdi Intar Sinau (MISI) itu mengatakan, strategi komunikasi juga penting untuk menjaga kesinambungan serta meningkatkan reputasi lembaga pemerintah berlandaskan visi, misi, nilai, dan tujuan lembaga. Nantinya, strategi komunikasi jugalah yang akan memayungi semua komunikasi yang dilaksanakan di lembaga pemerintah. “Humas harus mengikuti setiap inisiatif lembaga, lalu menerjemahkan ke dalam bentuk strategi komunikasi,” ujarnya seraya berharap langkah ini baru bisa dilaksanakan apabila humas pemerintah sudah dianggap sebagai fungsi manajemen strategis dan dekat dengan pimpinan.

Tips

Maria lantas membagikan sejumlah tips mengelola strategi komunikasi kepada para peserta yang umumnya merupakan humas pemerintah. Pertama, kenali identitas instansi/lembaga pemerintah tempat kita bekerja mulai dari visi, misi, tujuan, hingga jargon andalan. Kedua, pelajari renstra lima tahunan untuk mendukung inisiatif yang ada dalam renstra masing-masing bagian/departemen. Ketiga, petakan stakeholders sesuai klasifikasi dan indikasi tertentu. “PR harus mengetahui siapa saja stakeholders yang sedang dihadapi dalam suatu permasalahan,” imbuhnya.   

Selanjutnya, lakukan survei persepsi dan analisis. Tujuannya untuk mengubah persepsi dari yang tidak tahu menjadi tahu, negatif menjadi positif, salah persepsi menjadi benar. Berikutnya, objektif dan tujuan. Maksudnya, PR harus menentukan tujuan yang ingin dicapai oleh lembaga. “Apakah ingin melakukan branding dan profil, mencapai renstra, atau meningkatkan reputasi lembaga itu sendiri?” kata Maria seraya bertanya.  

Setelah mendapat persetujuan dari lembaga, maka PR dapat mulai menjalankan rencana kerja agenda setting yang mencakup semua program dan kegiatan, dengan menyesuaikan waktu renstra lembaga. Penutup, lakukan evaluasi pencapaian untuk mengetahui sejauh mana strategi komunikasi yang sudah dilakukan berjalan efektif. “Evaluasi dapat dilakukan setelah satu tahun pelaksanaan program. Langkah ini juga bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan persepsi atau tidak,” pungkasnya. (bel)

BACA JUGA
tentang penulis
image profile
aisyah
.
komentar (0)

LATEST POST