Sinergi Harmonis antara PR dengan Digital Marketing
21 November 2018
rizka
0
Sinergi Harmonis antara PR dengan Digital Marketing
Penting bagi PR untuk crafting story lewat platform digital
Dok. PR Newswire

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Pada dasarnya, public relations (PR) fokus membangkitkan kesadaran merek, mengelola opini publik dan krisis. Sementara digital marketing berperan mengidentifikasi target audiens lalu mengonversinya. Kini, dengan fungsi masing-masing, bauran keduanya dapat memberikan daya dukung yang maksimal dan efektif. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan platform digital yang tidak hanya berfungsi untuk memasarkan produk, tapi juga membangun cerita dan menyebarkan informasinya melalui rilis berita kepada pers.

Seperti yang terungkap dalam acara Media Coffee Boost Your Digital Marketing with PR? di Jakarta, Rabu (14/11/2018). Agenda rutin yang diselenggarakan oleh PR Newswire hari itu menghadirkan pembicara Managing Director Verve & Chameleon Harry Deje, Managing Editor of DetikTravel Fitraya Ramadhanny, dan Riff SEO Specialist Eric Leonardi.

Selama ini, menurut Harry, perlu perpaduan riset, inovasi dan data untuk meningkatkan pemasaran. Hal serupa juga berlaku untuk PR. "Sebagai praktisi PR, kita harus tahu tren pasar. Sebut saja, pengaruh hijabers saat ini, meningkatnya kebutuhan liburan, men's grooming, hingga keinginan millennial bisa berkantor di dan dari mana saja," ujarnya. Ia melanjutkan, "PR dapat menggaet semua target market itu. Salah satunya dengan cara merangkai cerita (crafting stories) lalu mengomunikasikannya ke berbagai media digital," kata Harry seraya menyebut Revolver Espresso, boutique coffee shop di Bali, yang sukses mengoptimalkan metode crafting stories sehingga saat ini dapat menjadi tempat yang paling dicari oleh generasi millennial.

Senada dengan Harry, Fitraya juga menyebutkan bahwa media kini pun lebih menyukai konsep cerita ketimbang seremonial belaka. "Jika berita tersebut mengandung unsur-unsur human interest, aktual dan sesuai tren, tentu akan lebih kami prioritaskan untuk dipublikasikan," ujarnya.

Jangan lupa, imbuh Leonardi, maksimalkan keberadaan Search Engine Optimization (SEO) untuk meningkatkan brand awareness. Informasi yang  ditampilkan perusahaan sebisa mungkin harus berada di halaman pertama mesin pencari. ?Karena masyarakat sekarang sudah tidak mau bersusah payah melihat di halaman dua dan selanjutnya, ujarnya.

Piramida SEO meliputi tiga hal: technical SEO, content dan authority. Technical SEO terkait upaya agar situs yang kita kelola menempati halaman pertama di mesin pencari. Untuk itu, pastikan menulis konten seunik mungkin, hindari dua atau lebih URL (alamat web) karena hal tersebut akan mengurangi nilai situs yang kita kelola di mata Google. Selain itu, pastikan Google mudah mencari halaman situs kita (sitemap), situsnya terstruktur, mobile friendly,  halaman tersedia (tidak eror).

Sementara content menitikberatkan pada "Konten apa yang mau kita angkat hari ini?" Nah, perlu riset mendalam agar PR dapat menjawab pertanyaan itu dengan tepat. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan social media tools berbayar seperti BuzzSumo. "Dari hasil riset itu, kita bisa menyematkan kata-kata kunci yang sedang menjadi tren (trending topic) di dalam konten yang akan kita angkat," ucapnya seraya meminta peserta untuk memaksimalkan meta description window (kalimat yang dilihat dan dibaca pengguna) agar tidak lebih dari 65 karakter, menulislah dengan gaya penulisan yang natural dan mudah dipahami pengguna (user).

Lalu, apa itu authority? "Ini soal upaya kita membangun link. Seperti tentang upaya yang kita lakukan agar semakin banyak situs terhubung dengan website kita (quantity of links), mudah  dibagikan ke berbagai saluran media sosial, link juice," ujar Leonardi. Langkah ini penting sebab dunia SEO ini laiknya pengumpulan suara terbanyak (votes). "Google senang kalau brand kita banyak di-mention. Tapi, lakukan dengan hati-hati, efektif dan efisien," simpulnya. (rvh/rtn)

BACA JUGA
tentang penulis
image profile
rizka
.
komentar (0)

LATEST POST